Kebiasaan Orang Dayak

Posted on

Kebiasaan Orang Dayak – Indonesia sudah dikenal secara internasional sebagai negara dengan ratusan kelompok etnis dengan berbagai bahasa, budaya dan juga adat istiadat.

Kebiasaan Orang Dayak

Ratusan kelompok etnis tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan tanpa terkecuali di bagian pedalam hutan yang ada di Pulau Kalimantan. Ada beberapa suku asli yang hidup di pulau Kalimantan, tetapi yang paling dominan adalah Suku Dayak.

Suku Dayak adalah orang Indonesia yang terbiasa hidup di alam liar di hutan tropis. Ada sekitar enam suku Dayak di pulau Kalimantan, semuanya dengan tradisi dan kebiasaan yang sangat unik.

Dalam pembahasan kali ini kita akan menyimak penjabaran dari beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Suku Dayak. Yuk simak pembahasannya…

Kebiasaan Orang Dayak

Berikut ini merupakan beberapa di antara dari kebiasaan dan adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat Dayak. Di bawah ini merupakan penjelasannya, yaitu :

1. Membuat Tato Alami

Kata Tato menurut Suku Dayak disebut sebagai tutang. Setiap motif dari tato yang di buat tentunya mempunyai arti mendalam yang kaitannya sangat erat dengan kepercayaan mereka terhadap leluhur.

Orang Dayak yang memiliki tato harus terlebih dahulu menjalani ritual tertentu. Menurut kepercayaan suku Dayak, tato ini akan berwarna emas dan akan menjadi cahaya menuju keabadian setelah mereka mengalami kematian.

2. Memiliki Telinga yang Panjang

Kebiasaan memanjangkan daun telinga tidak hanya dilakukan oleh orang Dayak saja untuk menunjukkan tingkat sosial. Kebudayaan memanjangkan telinga ini biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa orang tersebut termasuk kelas bangsawan.

Proses memanjangkan daun telinga ini umumnya dilakukan dengan menggunakan pemberat dalam bentuk gelang atau gasing. Kebiasaan ini sudah dilakukan mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

3. Ritual Untuk Mencari Lokasi Musuh

Pada saat akan melakukan peperangan, maka orang Dayak akan menyelenggarakan Upacara Manajah Antang. Upacara adat Manajah Antang ini adalah ritual yang digunakan untuk mencari di musuh berada.

Di dalam ritual ini, maka sesepuh desa akan memanggil roh leluhur dengan menggunakan burung Antang untuk menentukan posisi musuh. Upacara ini berfungsi tidak hanya untuk tujuan perang, tetapi juga untuk petunjuk lainnya.

Baca Juga :
Sumber Hukum
Kebiasaan Orang Maluku
Contoh Negara Kesatuan

4. Melakukan Upacara Sebelum Perang

Sebelum mereka melawan musuh di area peperangan, maka orang Dayak umumnya akan mengadakan Upacara Tariu yang diketuai oleh seorang Panglima dari Suku Dayak.

Ketika Upacara ini sedang diadakan, maka arwah leluhur akan datang dan kemudian arwah tersebut merasuki tubuh sang pemimpin upacara tersebut untuk memberikan kekuatan. Pasukan yang mendengarkan ucapan mantra juga akan memiliki kekuatan yang sama.

5. Pengiriman tulang leluhur

Pada waktu-waktu tertentu, orang Dayak akan mengantarkan tulang-tulang leluhur terakhir mereka melalui sebuah upacara yang disebut sebagai Tiwah. Prosesi upacara ini berlangsung meriah dengan berbagai upacara, tarian, dan juga pertunjukan musik tradisional.

Pada upacara Tiwah, tulang-tulang tersebut dibawa dan kemudian diletakkan di dalam sebuah gubuk khusus untuk orang mati.

6. Tradisi Mangkuk Merah

Apabila suku Dayak sedang berada dalam kondisi yang membahayakan, karena itu mangkuk merah, yang merupakan simbol persatuan, akan segera beredar dari desa ke desa dengan sangat cepat.

Biasanya yang memutuskan untuk mengedarkan mangkuk merah adalah seorang tetua suku yang disebut sebagai Pangkalima jika dalam Bahasa Indonesia disebut “Panglima”.

Namun, hingga saat ini, masih banyak dari penduduk Kalimantan yang belum mengetahui siapa Panglima Suku Dayak itu sebenarnya. Tetapi, menurut kisah yang berkembang di lingkungan mereka, beliau merupakan manusia biasa, namun mempunyai kekuatan magic yang hebat.

7. Tradisi Ngayau

Tradisi Ngayau merupakan sebuah tradisi perang yang terjadi antar suku guna memperluas daerah kekuasaan. Adat istiadat ini merupakan salah satu tradisi orang Dayak, yang sangat kejam, sadis dan juga menakutkan.

Hal tersebut tentunya disebabkan karena adanya kebiasaan yang dilakukan oleh orang Suku Dayak yang memenggal kepala dari musuhnya dan mereka akan membawanya ke desa.

Suku Dayak dahulu percaya bahwa dengan memenggal kepala musuh, maka arwah musuh tak akan gentayangan dan mengganggu kehidupan mereka.

Meskipun terbilang sangat sadis, namun suku Dayak membatasi bahwa ngayau hanya boleh dilakukan kepada musuh lelaki. Sedangkan pada musuh yang berupa kaum perempuan dan juga anak-anak hanya boleh di jadikan budak dan tidak diperlakukan dengan kejam.

F.A.Q

Apa itu Suku Dayak?

Suku Dayak adalah istilah untuk orang pedalaman pulau Borneo yang tinggal di pulau Kalimantan.

Kepercayaan dari Suku Dayak?

Kepercayaan yang dianut oleh suku Dayak terdiri dari Kaharingan, agama Islam, Kristen dan juga Katolik.

Apa makanan dari Suku Dayak?

1. Kue Dange.
2. Juhu Singkah.
3. Tempoyak rasa Durian.
4. Kue Lepet.
5. Bangamat.
6. Wadi.
7. Kalumpe atau Karuang.

Demikianlah informasi singkat yang Rumus.co.id berikan dalam pembahasan kali ini. Semoga membantu ya para readers.