Kata Ganti

Posted on

Kata ganti merupakan kata yang dipergunakan sebagai pengganti subyek maupun obyek berupa benda dan orang. Berikut ini aka kami jelaskan secara detail tentang pengertian, kegunaan, penulisan dan juga beberapa contoh kalimat, Untuk lebih jelas nya simak pembahasan dibawah ini

Pengertian Kata Ganti

Kata ganti berfungsi untuk efisiensi dan efektifitas pada kalimat di dalam wacana atau paragraf. Dengan adanya kata ganti, maka tidak perlu menuliskan nama orang maupun nama benda secara terus-menerus dan berulang kali.

Kata Ganti atau pronominal merupakan pengganti subjek ataupun objek, yang berupa orang / benda

Kata ganti merupakan jenis kata yang yang mempunyai fungsi menggantikan kata benda maupun orang tertentu yang tak disebut langsung. Istilah ini disebut sebagai pronomina. Penggunaan dimaksudkan agar kalimat disampaikan lebih efektif

Contoh

“Ruli merupakan anak yang rajin beribadah, setiap adzan berkumandang ia selalu bergegas ke masjid awal waktu.”

Penjelasan :

Kata “ia” pada kalimat tersebut merupakan pronomina yang memiliki fungsi menggantikan subyek “Ruli.”dan tidak perlu lagi diulang sebab menggunakan kata “ia” pada kalimat tersebut untuk mengganti subyek.

Jenis dan Contoh

Kata ganti di dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis, berikut diantaranya :

Jenis Kata Ganti
1. Orang
2. Penunjuk
3. Penanya
4. Pemilik atau kepunyaan
5. Penghubung
6. Tak tentu
7. Pronomina intratekstual dan ekstratekstual

Kegunaan, Penulisan, dan Contoh

Berikut adalah kegunaan, penulisan da juga contoh yang kami rangkum berdasarka jenis agar dapat lebih mudah di pahami, Sima pembahasan di bawah ini

1. Kata ganti orang.

Kata ganti orang bisa diturunkan kembali ke dalam 3 bagian diantaranya yatu :

a. Orang pertama.

Kata ganti orang pertama terdiri dari kata ganti orang pertama tunggal dan jamak

Contoh
(pertama tunggal)Saya akan ke Jakarta tanggal 18 April 2019.
(orang pertama jamak)Kami akan pulang ke Lampung tanggal 18 November 2019.
(orang pertama jamak)Jangan ada permusuhan diantara kita, Sebab pada intinya kita semua saudara.
(orang pertama tunggal)Aku bekerja keras demi engkau dan si buah hati.

 

b. Orang kedua.

Orang kedua terdiri dari kata ganti orang kedua tunggal (Memakai kata anda, kamu, dikau, mu, dan engkau) dan orang kedua jamak (memakai kata kalian, anda sekalian dan kamu sekalian).

Contoh
(orang kedua tunggal)Apa anda sudah memahami akar pada masalah dari persoalan ini?
(orang kedua tunggal)Bukankah kamu sendiri yang sudah berjanji dan akan mengerjakan tugas ?
(orang kedua tunggal)Aku akan pelajari serta mencermati semua yang engkau katakan.
(orang kedua tunggal)Maaf, apakah barang ini milikmu?
 (orang kedua jamak)Aku harap kalian dapat mengerti dan memaklumi keuangan perusahaan yang kian terpuruk periode ini.
(orang kedua jamak)Terima kasih saya sampaikan kepada anda sekalian yang sudah mendonorkan darah pada acara bakti sosial.

 

c. Orang ketiga

Orang ketiga terdiri dari orang ketiga tunggal (memakai kata beliau, dia, ia,-nya) dan orang ketiga jamak (mereka).

Contoh
(orang ketiga tunggal)1. Rusmianti anak yang  ramah, ia tidak segan tersenyum dan menyapa kepada siapa pun yang ia temui.
(orang ketiga tunggal)2. Dia mengatakan padaku bahwa lusa tidak ada karyawan yang datang terlambat.
 (orang ketiga jamak)3. Para demonstran itu brutal, mereka memaksa masuk kantor gubenur..

 

2. Penunjuk.

Berdasarkan pada fungsinya, kata ganti penunjuk bisa diturunkan menjadi beberapa macam, diantaranya yaitu:

a. Penunjuk umum.

Menggunakan kata ini dan itu di dalam penerapan kalimatnya.

Contoh
1. Piring dan perabot ini adaah buatan negeri kita.
2. Jangan sentuh gelas itu!

 

b. Penunjuk tempat.

Penunjuk tempat umumnya memakai kata situ, sini, sana, ke sini, dan ke sana.

Contoh
1. Aku baru ingin pergi ke sana, Kamu jangan kemana-mana!
2. Kenapa dia masih berdiri di sini?
3. Ketika ada di sana, aku merasa tenang dan damai.

 

c. Penunjuk ikhwal

Penunjuk ikhwal di dalam konteks kalimat memakai kata begini dan begitu.

Contoh
1. Kalau tidaK ikuti aturan, maka beginilah jadinya.
2. Kami tidak menyepakati begitu saja sebelum terang titik persoalannya.
3. Aku menyesal harus berakhir begini.

 

3. Kata ganti penanya.

Penanya bisa diturunkan kembali dalam beberapa macam diantaranya yaitu:

a. Penanya orang atau benda

Penanya orang atau benda di dalam konteks kalimatnya memaka kata siapa, apa, dan yang mana.

Contoh
1. Siapa dalang semua ini?
2. Alasan apa yang membuat kamu mengunjungiku?
3. Peryataan yang mana yang menyinggung ?

 

b. Penanya waktu.

Penanya waktu memakai kata “kapan” di dalam konteks kalimatnya.

Contoh
1. Kapan kau meminang seorang wanita dijadikan istri?
2. Kapan kau pulang ke Majlis?
3. Kapan menyelesaikan tugas kuliahmu?

 

c. Penanya tempat

Penanya tempat memakai kata dimana, kemana, dan darimana di dalam konteks kalimatnya.

Contoh
1. Darimana kamu ?
2. Dimana diletakkan novel biru milikku?
3. Kemana hendak pergi setelah semua kacau?

 

4. Pemilik atau kepunyaan.

Pronomina posesiva ADALAH sebutan lain pada kata ganti pemilik. Dipakai untuk menyatakan pengganti kepemilikan. Tergolong dalam kata ganti pemilik yaitu -ku, -mu, -nya, kami, mereka. Dan diletakkan di bagian belakang kata.

Contoh
1. Bukuku telah hilang entah kemana setelah kehujanan.
2. Tulisanmu layaknya seorang calon dokter.
3. Uang kami hilang saat kai berlarian mengejar bus
4. Tangisan mereka belum membuahkan hasil.
5. Kerja kerasnya di anggap remeh oleh warga desa.

 

5. Penghubung.

Pronomina relativa atau umum disebut juga kata ganti penghubung yaitu dipakai sebagai penghubung antara induk kalimat dan anak kalimat. Contoh dari kata ganti penghubung yaitu “yang”.

Sering ditemukan di dalam kalimat majemuk. Hal ini disebabkan dalam kalimat majemuk dibutuhkan suatu kata penghubung (konjungsi) untuk menghubungkan induk kalimat dan juga anak kalimat.

Contoh
1. Rumah yang berwarna merah putih itu milik mas bagus
2. Ayah mampu membuat masakan yang sangat nikmat
3. Seseorang yang bersandar pada tiang listrik merupakan ketua di wilayah ini

 

6. Tak tentu.

Dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang informasinya belum diketahui dengan tepat yaitu wujud atau jumlahnya. Diantaranya yaitu : sesuatu, seseorang, barang siapa, masing-masing, para.

Contoh
1. Tunggu, Icha akan membawa sesuatu untukmu.
2. Ada seseorang yang sebenarnya diam diam menyukai mu.
3. Para wali murid harusnya selalu mengawasi putra-putri selama di rumah.
4. Barang siapa yang menemukan dompet merah tolong serahkan ke kantor polisi.
5. Masing-masing mengambil jatah makan siang di kantin

 

7. Pronomina intratekstual dan ekstratekstual.

Dua jenis pronomina ini adalah jenis pronomina yang dilihat dari hubungannya dengan nomina (kata benda) yang digantikan. Pronomina intratekstual adalah kata ganti yang menggantikan kata benda yang ada dalam sebuah artikel/bacaan/percakapan.

Sedangkan pronomina ekstratekstual menggantikan kata benda yang ada di luar sebuah artikel/bacaan/percakapan. Perhatikan contoh dibawah ini

Contoh

  • Dengan suara lembutnya, Amelia dapat meluluhkan hati kedua orang tuanya untuk memberikan ijin pergi ke luar negeri. (kata ganti -nya menunjuk ke Amelia)
  • Itu yang membuat khoirunnisa selalu gusar selama sepekan ini. (kata ganti -itu tidak jelas menggantikan hal apa)

Demikianlah pembahasan kali ini, Semoga bermanfaat

Baca juga :