Kaizen Adalah

Posted on

Kaizen Adalah – Dalam sebuah Perusahaan pasti memiliki beberapa Bidang Operasional, yang berfungsi sebagai Tiang dari Perusahaan tersebut, seperti Manufaktur, Engineering, Development, ataupun Bussiness Management.

Setiap Bidang Operasional diatas harus memiliki sebuah Metode Praktis, dalam memfokuskan tindakan perbaikan untuk menuju ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Metode diatas bisa juga disebut dengan Kaizen, dalam Bahasa Jepang yang berarti Perbaikan yang dilakukan secara cepat dan terus menerus, agar menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya.

Kaizen Adalah

Kaizen Adalah?

Kaizen adalah filosofi Jepang yang berfokus pada perbaikan kecil dan dilakukan secara terus menerus. Filosofi ini melibatkan semua anggota yang ada di suatu perusahaan, dimulai dari manajemen puncak hingga tingkat operator.

Awal mula Kaizen diterapkan di Jepang yaitu setelah Perang Dunia Kedua ketika Jepang berusaha untuk membangun kembali infrastruktur dan memikirkan kembali banyak sistem yang harus dikembangkan.

Baca Juga : Maintenance Adalah

Sejarah Lahirnya Kaizen

Kaizen pertama kali dibentuk karena rasa kekecewaan dari orang Jepang yang saat itu sedang belajar dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Amerika.

Setelah beberapa dekade, ternyata perusahaan-perusahaan tersebut tidak pernah membuat perubahan atau perkembangan didalam bisnisnya. Sampai akhirnya lahirlah konsep Kaizen ini dengan tujuan untuk memperbaiki dan mengembangkan suatu perusahaan.

Seorang ahli survei dari AS yang bernama Dr. W. Edward Deming, yang saat itu berusaha membantu Jepang untuk membangun kembali perekonomiannya, sehingga terbentuklah konsep deming pada tahun 1970-an oleh perusahaan Jepang yang terkenal dengan “14 Dr. keys Deming”.

Penerapan dari konsep deming ini akhirnya sukses di Industri Jepang, namun anehnya, pemerintah Amerika Serikat baru tertarik dengan konsep tersebut.

Konsep deming, yang kemudian lebih dikenal sebagai konsep Kaizen, baru diperkenalkan secara luas oleh Masaaki Imai dalam bukunya yang berjudul “Kaizen: kunci kesuksesan kompetitif Jepang” (1986).

Hingga akhirnya beliau dikenal sebagai bapak Continuous Improvement (CI), sekaligus Pelopor dan juga pemimpin dalam menyebarkan filosofi Kaizen di dunia.

Baca Juga : Gantt Chart Adalah

Standarisasi Penerapan Kaizen

Agar mendukung implementasi penggunaan metode Kaizen, maka sangat dibutuhkan standarisasi terhadap proses produksi dan proses kerja didalam suatu perusahaan.

Dibawah ini terdapat beberapa poin penting yang harus distandarisasi terlebih dahulu, yaitu sebagi berikut :

1. Technical Standardization or Work Process

Setelah suatu proses ditingkatkan, maka tahap yang selanjutnya adalah melakukan standarisasi terhadap proses kerja, peralatan dan juga metode pemrosesan sehingga waktu kerja dapat diprediksi dengan baik dan dapat diteruskan ke pekerja lain dengan menggunakan metode kerja yang sama.

2. Standardization of Work Cycle Time

Sangat penting untuk melakukan perhitungan terhadap siklus waktu untuk memproses suatu pekerjaan sehingga kalian dapat mengetahui proses mana yang perlu ditingkatkan. Misalnya seperti pemasangan komponen, waktu inspeksi, waktu pemuatan mesin, waktu pengelasan dan sebagainya.

Siklus pekerjaan harus kurang dari atau sama, dengan waktu siklus dari suatu proses. Apabila waktu siklus yang dibutuhkan lebih lama dari waktu siklus yang sudah ditentukan, maka beban pekerjaan harus didistribusikan kembali supaya terdapat kompensasi.

3. Work Order Standardization

Supaya dapat mempertahankan siklus kerja yang baik, maka sangat penting untuk melakukan standarisasi terhadap urutan dan juga metode kerja, sehingga semua karyawan dengan orang dan mesin yang berbeda akan mengerjakan hal yang sama.

Perlu kalian ingat bahwa metode Kaizen merupakan sebuah strategi yang bertujuan untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan, sehingga standar yang diberikan akan dievaluasi kembali guna ke peningkatan yang lebih lanjut.

4. Standardization of WIP Amount

Fase proses produksi ini terkadang membutuhkan jumlah minimum untuk melanjutkan ke proses selanjutnya, misalnya seperti membutuhkan waktu pendinginan atau pemanasan yang lebih lama, sehingga Anda perlu menyimpan lebih banyak unit agar proses selanjutnya tetap berjalan.

Oleh sebab itu, sangat penting bahwa jumlah WIP tersebut ditentukan sambil menunggu proses yang selanjutnya. Apabila terdapat kelebihan atau kekurangan WIP, hal ini dapat dikatakan sebagai tanda bahwa ada masalah yang perlu diselidiki dalam siklus waktu atau metode kerja.

Tujuan Dari Penerapan Kaizen

Dalam penerapannya, Kaizen ini memiliki beberapa tujuan yang perlu kalian ketahui, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  • Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas produk.
  • Mengurangi biaya produk atau layanan dengan mengurangi pemborosan, keamanan dan penggunaan sumber daya yang tersedia.
  • Membantu mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang muncul dalam suatu pekerjaan.
  • Peningkatan dan peningkatan komunikasi organisasi.
  • Sangat berguna untuk menciptakan lingkungan kerja yang bahagia dan berkualitas tinggi.

Baca Juga : Fishbone Diagram

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Kaizen?

Kaizen adalah filosofi Jepang yang berfokus pada perbaikan kecil dan dilakukan secara terus menerus. Filosofi ini melibatkan semua anggota yang ada di suatu perusahaan, dimulai dari manajemen puncak hingga tingkat operator.

Siapa yang pertama kali menyebarluaskan Metode Kaizen?

Konsep deming, yang kemudian lebih dikenal sebagai konsep Kaizen, baru diperkenalkan secara luas oleh Masaaki Imai dalam bukunya yang berjudul “Kaizen: kunci kesuksesan kompetitif Jepang” (1986).

Apa saja Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi proyek dengan Kaizen?

Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi proyek dengan Kaizen diantaranya adalah metode DMAIC dan juga metode PDCA.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.