Jaringan Sklerenkim

Posted on

Jaringan Sklerenkim adalah salah satu jaringan penguat yang terdiri dari sel yang mengalami penebalan, tentunya jaringa ini berbeda dengan jaringa penguat lainya misalnya jaringan kolenkim yang sudah kita bahas pada pembahasan sebelumnya

Untuk mengetahui secara lengkap apaitu jaringan skelerenkim dan apa saja fungsinya, berikut ini adalah penjelasan lengkap yang meliputi pengertian, fungsi, ciri, gambar dan contohnya, Untuk lebih jelasnya simak pembahasan di bawah ini

Pengertian Jaringan Sklerenkim

Adanya dinding sekunder adalah ciri khas pada jaringan yang memiliki fungsi memperkuat tubuh tumbuhan dengan penebalan sekunder yang terjadi diseluruh dinding selnya.

Sklerenkim adalah jaringan penguat atau penyokong tumbuhan yang terdiri dari sel – sel yang mengalami penebalan sekunder pada bagian dinding selnya.

Yang membedakan antara sklerenkim dengan jaringan kolenkim yaitu sel –sel penyusun sklerenkim merupakan sel mati atau tidak melakukan aktivitas metabolisme. Selain itu, sklerenkim menyokong pada bagian tubuh tumbuhan yang dewasa.

Penebalan sekunder dinding sel sklerenkim tersusun dari senyawa lignin yang menyebabkan jaringan ini mempunyai daya regang tinggi (elastis).

Menurut para ahli

Menurut Sach, jaringan tubuh tumbuhan terbagi dala tiga sistem jika dilihat dari kesinambungan topografinya, Berikut adalah pengertiannya

1 . Sistem dermal, yang meliputi jaringan epidermis yang menjadi pelindung primer bagi tumbuhan seba ada di bagian terluar tubuh dan periderm yang bagi tumbuhan dengan pertumbuhan sekunder yang berperan sebagai pengganti epidermis..
2 . Sistem jaringan pembuluh, terdiri dari xylem dan floem. Xylem mempunyai peran sebagai pengangkut air dan mineral menuju daun, sedangkan floem memiliki fungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke semua bagian tumbuhan.
3 . Sistem jaringan dasar, yaitu jaringan yang membentuk dasar dan juga rangka tumbuhan. Jaringan parenkim, kolenkim dan sklerenkim adalah jaringan yang termasuk jaringan dasar.

Gambar Jaringan Sklerenkim

jaringan sklerenkim
jaringan sklerenkim

Sifat Sklerenkim

  • Terdiri dari sel-sel yang sudah mati
  • Pada dindingnya ada lignin dan mengandung selulosa
  • Sel jaringan berdinding keras
  • Mengandung sedikit protoplas yang kemudian menghilang saat sel menjadi dewasa
  • Dapat ditemukan di batang, daun dan bagian keras biji serta buah.

Ciri – Ciri Jaringan

Sklerenkim mempunyai beberapa ciri –ciri yang membedakan oleh jaringan lainnya, berikut adalah ciri-cirinya :

1. Tersusun dari sel mati

Sel–sel penyusun mengalami penebalan sekunder yang merata di dinding selnya oleh senyawa lignin. Awalnya sel – sel sklerenkim adalah sel hidup, hal ini terjadi sebab asal pembentukan sel merupakan jaringan meristem atau parenkim.

Seiring aktivitas penebalan pada sel yang berdiferensiasi menjadi sklerenkim, aktivitas sel menjadi terhenti karena terhalang oleh penebalan sekunder yang ada di dinding selnya.

2. Mempunyai dinding sekunder rata

Tak seperti kolenkim yang penebalan sekundernya tidak merata pada dinding selnya, sel sklerenkim mengalami penebalan sekunder pada seluruh sisi di dinding selnya atau senyawa lignin atau tak berlignin. Hal ini menyebabkan organ tumbuhan yang disokong sklerenkim akan lebih kuat dan juga elastis.

3. Bersifat elastis

Berbeda dengan kolenkim, jaringan sklerenkim memiliki sifat elastik.

4. Berdasarkan asal – usulnya dibedakan menjadi:

a. Serat

Serat berkembang dari diferensiasi meristem primer dengan langsung. Sklerenkim jenis ini mempunyai bentuk sel yang memanjang, sehingga disebut dengan bentuk serat atau serabut.

Pada umumnya sel ini berkumpul membentuk suatu berkas silinder yang tidak terputus, Aka tetapi ada juga yang membentuk sel tunggal. Serat bisa ditemukan di antara jaringan pengangkut, berkas serat daun, batang, pelindung biji, dan lainnya.

b. Sklereid

Disebut juga dengan sel batu. Sklereid berkembang dari diferensiasi jaringan parenkim. Karakteristik yang dimiliki sklereid nyaris sama dengan serat, mulai dari penebalan sekunder pada lignin di dinding selnya, ada pada organ dewasa. Yang membedakan keduanya yaitu asal pembentukannya, selain itu sklereid lebih banyak mempunya variasi bentuk, antara lain:

  • Bulat (sel batu/ brakisklereid)
  • Seperti tulang (osteosklereis)
  • Batang (tiang/makrosklereis)
  • Asterosklereis (bintang)
  • Rambut (trikosklereid)

Letak

Terletak pada bagian korteks dan periskel dan juga berada diantara xylem dan floem.

Jaringan ini juga bisa ditemui pada buah dan bij yang berupa sklereida. Sel jaringan membentuk bagian tumbuhan yang keras dari tumbuhan seperti misalnya kulit biji dan mesofil daun. Sel hanya didapati pada organ tumbuhan yang sudah tidak dapat mengalami pertumbuhan.

Fungsi Sklerenkim

Berikut adalah penjelasan tentang fungsi jaringan ini yang membedaka denga jaringan lainya :

  • Penyokong tumbuhan
  • pemberi kekuatan dan dukungan mekanik bagi organ tumbuhan.
  • Pelindung organ tumbuhan
  • Menjaga tanaman dari streskarena faktor lingkungan.

Jenis-jenis Sel Serenkim

Jaringan ini secara umum terdiri dari lignin, dengan kandungan protoplas yang sangat sedikit sampai tak ada sama sekali. Organisme tersusun dari banyak sel sebagai unit terkecilnya.

Kumpulan dari banyak sel yang kecenderungan sifat dan fungsinya sama dan saling berhubungan antara satu dan yang lainnya akan membentuk sebuah jaringan. Berdasarkan jaringan penyusunnya, ada dua jenis jaringan, yaitu jaringan sederhana yang bersifat homogen, dan juga jaringan kompleks yang bersifat heterogen.

Pada jaringan tumbuhan, termasuk kedalam jaringan sederhana antara lain yaitu

  • Jaringan Sklerenkim
  • Jaringan Parenkim
  • Jaringan Kolenkim

Sedangkan yang tergolong jaringan rumit yaitu,

  • Jaringan Xilem dan Floem
  • Jaringan Epidermis

Sel pada jaringan sklerenkim terbagi atas 2 jenis, yaitu:

1. Serat sklerenkim (fibers)

Serat sklerenkim merupakan sel yang sudah mati dengan ukuran panjang sekitar 2mm dengan ujung yang meruncing. Dinding sel serat mengalami penebalan dari zat kayu dan juga mengandung selulosa.

Serat sklerenkim memiliki bentuk poligonal, Bisa berupa segi lima maupun segi enam dengan noktah-noktahnya yaitu saluran yang sangat sempit dan miring.

Ada dua jenis serat sklerenkim yaitu :

  • Serat Xylem – Serat xylem disebut juga dengan Xilari. Serat ini adalah komponen utama kayu sebab pada dinding seratnya mengandung lignin. Serat xylem berkembang dari jaringan prokambium hingga menjadikannya bagian dari jaringan pembuluh. Struktur serabut xilari sangat variatif karena mempunyai tebal dinding, bentuk dan ukuran yang berbeda.
  • Serat di luar Xylem – Extraxilari merupaan sebutan serat sklerenkim yang ada diluar xylem. Serat ekstraxilari ada yang mengandung zat lignin, akan tetapi ada juga yang tidak. Secara umum, serabut extraxilar adalah berupa serabut panjang. Bagian ujung serabutnya bisa meruncing, menumpul ataupun bercabang.

2. Sel-sel batu (sklereida)

Ada teori yang membedakan sel batu dengan sel serat berdasarkan dari ukurannya, yaitu sel serat disebut mempunyai serabut panjang, sedangkan sel batu mempunyai serabut yang lebih pendek. Namun pengelompokan tumbuhan ini ditolak dari banyak ahli karena pada tumbuhan ada juga serat sklerenkim yang pendek dan ada sel batu yang serabutnya panjang.

Serat dan sel batu mampu dibedakan dari asal unsur pembentuknya. Sel batu berkembang dari sel parenkim yang dindingnya sudah mengalami penebalan skunder, sedangkan serat berkembang dari meristem.

Noktah pada sel batu kebanyakan memilki bentuk bulat dan sempit. Klereida mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi, sebagaian memiliki bentuk isodiametrik, dan tidak sedikit yang bentuknya tidak beraturan. Sel batu bisa ditemui pada bagian pembuluh tapis, sel kayu, buah dan juga biji.

Demikianlah penjelasan mengenai jaringan ini, Semoga bermanfaat

Baca juga :

 

Jaringan Sklerenkim Rating: 5 Diposkan Oleh: Pengunjung