Integrasi Sosial

Posted on

Integrasi Sosial – Di dalam lingkungan bermasyarakat tentunya terdapat berbagai macam perbedaan yang dapat memicu adanya gejala sosial, perubahan sosial atau bahkan konflik sosial.

Integrasi Sosial

Untuk merekonsiliasi perbedaan-perbedaan ini, diperlukan upaya konsensus yang mengarah ke integrasi sosial. Tentu saja, hal ini bertujuan agar semua perbedaan yang ada bisa saling berdampingan.

Konflik sering diartikan sebagai fenomena sosial yang hadir di dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan dimana saja. Begitu juga, dengan Integrasi Sosial yang akan hadir di dalam lingkungan masyarakat setiap saat dan di mana saja.

Maka dari itu, antara konflik sosial dengan Social Integration seperti dua mata uang yang selalu berdampingan. Untuk mengetahui lebih jelas lagi mengenai Social Integration, yuk simak penjabaran yang akan disampaikan oleh Rumus.co.id dibawah ini.

Definisi dari Integrasi Sosial

Integrasi Sosial merupakan sebuah istilah yang terdiri dari dua kata yaitu Integrasi di dalam Bahasa Inggris “integration” yang berarti keseluruhan atau kesempurnaan, sementara Sosial merupakan hubungan timbal balik dari tindakan yang dilaksanakan oleh masyarakat. 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Integrasi Sosial ini berarti bergaul di dalam lapisan masyarakat yang berbeda sedemikian rupa agar tidak melihat perbedaan, tetapi kesatuan atau keseluruhan menjadi terlihat.

Langkah-langkah yang diambil oleh masyarakat yang ada di sini secara alami berasal dari keberadaan fenomena sosial dalam kaitannya dengan keinginan dan juga harapan.

Apabila fenomena dan keinginan sosial tidak dapat diwujudkan, kemudian masalah sosial ini akan muncul yang akhirnya akan memicu terjadinya konflik atau integrasi di dalam lingkungan masyarakat.

Definisi Social Integration Menurut Para Ahli

Tidak hanya pengertian dari Social Integration secara umum saja, tetapi terdapat definisi dari Social Integration yang diungkapkan oleh para ahli, yaitu :

  1. Kun Maryati dan Juju Suryawati, Social Integration adalah proses mengadaptasi berbagai elemen yang ada di dalam masyarakat sehingga timbul satu kesatuan. Elemen-elemen yang berbeda ini dapat mencakup perbedaan dalam posisi sosial, ras, suku, agama, bahasa, kebiasaan dan masih banyak lagi.
  2. Idianto Muin, Social Integration adalah proses beradaptasi antara berbagai elemen di dalam kehidupan sosial.
  3. Gillin, Social Integration adalah bagian dari serangkaian proses sosial yang muncul karena adanya perbedaan, baik itu dalam hal budaya, emosi, fisik ataupun perilaku.
  4. Banton, Social Integration adalah model hubungan yang mengakui perbedaan ras di dalam masyarakat, tetapi tidak mementingkan perbedaan rasial ini.

Baca Juga :
Pengertian Sosial Media
Identitas Nasional
Faktor Penyebab Konflik

Ciri – Ciri Terjadinya Social Integration

Secara umum, terdapat beberapa ciri-ciri yang menandakan adanya integrasi sosial dalam suatu wilayah, yaitu sebagai berikut :

  • Ada kesamaan atau kesatuan yang dibangun atas dasar kehendak seseorang, bukan atas dasar komitmen atau paksaan.
  • Munculnya pandangan yang sama di antara masyarakat yang terinspirasi dari adanya nilai-nilai yang sama.
  • Timbulnya kesamaan di dalam orientasi pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat.
  • Memiliki tujuan yang sama dan mengacu pada prinsip-prinsip ideologis yang terobsesi.

Proses Timbulnya Integrasi Sosial

Dalam kehidupan sosial, pasti ada gesekan antara individu dan kelompok yang memicu terjadinya gejala sosial, perubahan sosial atau bahkan konflik sosial.

Hal ini tentunya dapat diatasi melalui proses integrasi sosial untuk menyatukan individu dan kelompok dengan pemahaman yang berbeda. Berikut ini merupakan proses dari adanya Social Integration, yaitu :

1. Proses Interaksi

Proses interaksi adalah proses pertama dalam upaya membangun kemitraan, ditandai dengan adanya tren dan niat positif yang berpotensi menjadi kegiatan bersama.

2. Proses Identifikasi

Proses identifikasi ini terjadi saat masing-masing pihak dapat dengan terbuka menerima keberadaan dari pihak lain secara keseluruhan. Identification Process ini pada dasarnya adalah proses untuk memahami berbagai karakter, latar belakang, dan juga minat yang dimiliki pihak lain.

3. Kerjasama (Cooperation)

Charles H. Cooley menyatakan bahwa suatu kerjasama dapat terjadi apabila masing-masing dari pihak yang tergabung sadar bahwa mereka memiliki kepentingan bersama.

Di saat itu pula, mereka mempunyai pengetahuan dan juga pengendalian diri yang cukup tinggi guna mewujudkan kepentingan bersama tersebut dengan melakukan hubungan kerjasama.

Jika ini dipahami oleh masing-masing pihak, maka proses integrasi akan lebih sederhana karena masing-masing pihak siap untuk membuka diri terhadap kerja sama yang positif.

4. Proses Akomodasi

Akomodasi dapat dilihat sebagai langkah untuk menuju ke penyelesaian perselisihan tanpa harus menghancurkan pihak lawan. Dalam proses ini, masing-masing pihak akan berupaya untuk mewujudkan kesepakatan untuk mencapai tujuan dengan cara tidak merugikan pihak lain.

5. Proses Asimilasi

Dalam hal ini, proses asimilasi dapat dipahami sebagai jalan yang ditandai dengan adanya kegiatan nyata untuk mengurangi perbedaan antara individu atau kelompok di dalam sebuah konflik.

Proses ini juga mencakup upaya untuk menyatukan persepsi dari kedua belah pihak dengan mempertimbangkan adanya kepentingan dan juga tujuan bersama.

6. Proses Integrasi

Proses integrasi ini dapat dipahami sebagai proses adaptasi yang dilakukan antara elemen-elemen masyarakat majemuk untuk menciptakan suasana harmoni di dalam kehidupan sosial.

Bentuk – Bentuk Integrasi Sosial

Pada dasarnya, Social Integration ini dibedakan menjadi beberapa macam. Berikut ini penjelasan dari bentuk-bentuk Social Integration, yaitu :

A. Normative Integration

Integrasi Normatif sering ditafsirkan sebagai bentuk integrasi yang terjadi karena berbagai norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, norma adalah sesuatu yang dapat menyatukan suatu komunitas.

Misalnya seperti, bangsa Indonesia yang disatukan dengan semboyan Bhinneka Tunggal İka. Bhinneka Tunggal İka telah menjadi norma yang berfungsi untuk mengintegrasikan perbedaan yang terjadi di dalam masyarakat.

B. Functional Integration

Integrasi fungsional muncul karena memiliki fungsi tertentu di dalam lingkungan masyarakat. Integrasi dapat dibentuk dengan cara memprioritaskan peran masing-masing pihak dalam suatu komunitas.

Misalnya seperti, negara Indonesia yang memiliki berbagai macam suku bangsa yang mengintegrasikan dirinya dengan cara melihat peran dari setiap suku yang ada.

C. Coercive Integration

Integrasi Koersif ini didasarkan pada kekuatan dari pihak yang memiliki kewenangan tinggi. Dalam hal ini, pihak berwenang tersebut menerapkan tindakan pemaksaan (kekerasan).

Sebagai contoh dari integrasi koersif ini yaitu Penjajah Belanda yang menerapkan sistem kerja paksa kepada bangsa Indonesia.

F.A.Q

Integrasi Sosial adalah?

Integrasi Sosial ini berarti bergaul di dalam lapisan masyarakat yang berbeda sedemikian rupa agar tidak melihat perbedaan, tetapi kesatuan atau keseluruhan menjadi terlihat.

Faktor pendukung terjadinya Social Integration yaitu?

1. Adanya sikap toleransi terhadap perbedaan.
2. Ada peluang yang sama di bidang ekonomi
3. Ada rasa saling menghormati satu sama lain
4. Sikap terbuka kelas penguasa dalam komunitas
5. Mereka memiliki kesamaan dalam unsur budaya.
6. Pernikahan campuran.
7. Ada musuh bersama dari luar.

Faktor penghambat terjadinya Social Integration yaitu?

1. Memiliki masyarakat yang kondisinya terisolasi.
2. Masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang cukup.
3. Merasa lebih unggul dari anggota lainnya di dalam sebuah kelompok.

Demikianlah ulasan ringkas dari informasi yang ada diatas, semoga bermanfaat. Terimkasih