Gross Profit Margin

Posted on

Gross Profit Margin (GPM) – Beberapa kesempatan yang lalu, saya sudah memberikan penjelasan mengenai Net Profit Margin yang berfungsi untuk mengetahui seberapa besar laba bersih yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dari hasil penjualannya.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas kebalikan dari Net Profit Margin, yaitu Gross Profit Margin atau artinya Laba Kotor beserta dengan hal-hal yang berkaitan didalamnya.

Gross Profit Margin

Definisi Dari Gross Profit Margin

Gross Profit Margin adalah salah satu rasio profitabilitas yang berfungsi untuk menentukan sejauh mana perusahaan dapat meminimalkan biaya pokok penjualannya. Sehingga perusahaan dapat menghasilkan laba kotor di atas hasil penjualan.

Laba kotor, yang dipengaruhi dengan hasil laporan arus kas, akan menggambarkan jumlah laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan, dengan cara mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan guna menghasilkan suatu produk ataupun jasa.

Baca Juga : Rumus Net Profit Margin

Definisi GPM Menurut Para Ahli

Tidak hanya pengertian GPM secara umum saja, tetapi terdapat juga beberapa pengertian yang diungkapkan oleh beberapa para ahli, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  • Mamduh dan Halim (2009), GPM adalah kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk secara efisien, serta kemampuan untuk menjual produk yang dihasilkannya.
  • Sawir (2009), GPM merupakan ukuran keefektivitasan suatu perusahaan untuk mengendalikan biaya barang atau produksi serta kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan produk secara efisien.
  • Syamsuddin (2009), GPM merupakan persentase dari hasil laba kotor yang dibandingkan dengan hasil penjualan. Kondisi operasi perusahaan ini akan dianggap baik apabila ukuran laba kotor tinggi. Ha tersebut menyatakan bahwa total biaya barang yang dijual lebih rendah dibandingkan dengan harga jualnya. Begitupun sebaliknya, ketika laba kotor yang cenderung rendah akan mempengaruhi operasi perusahaan yang menjadi kurang baik.
  • Munawir (2010), GPM merupakan sebuah hubungan keseimbangan yang terjadi antara laba kotor perusahaan (GPM) dengan omsetnya pada periode yang sama.
  • Taruh (2012), GPM adalah rasio yang berfungsi untuk meningkatkan indikasi bahwa semakin tinggi pengembalian, maka akan semakin tinggi pula laba kotor perusahaan atas penjualan bersih. Sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan penjualan akan menjadi lebih efisien, sehingga akan meningkatkan penghasilan.
  • Werner R. Muhardi (2013), GPM adalah sebuah deskripsi dari persentase laba kotor yang didapatkan dari penghasilan masing-masing suatu perusahaan. Semakin tinggi GPM, maka akan semakin baik bisnis perusahaan.

Rumus GPM (Gross Profit Margin)

Jika kita ingin mendapatkan margin laba kotor, maka pertama-tama kita harus menentukan terlebih dahulu hasil laba kotornya. Laba kotor dapat dihitung dengan cara mengurangi total penjualan dengan harga pokok penjualan.

Berikut ini rumus yang digunakan untuk menentukan Laba Kotornya, yaitu :

Gross Profit (GP) = Pendapatan Penjualan (Sales Revenue) – Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold)

Setelah kita sudah mengetahui hasil dari Laba Kotornya, maka kita sudah dapat menghitung Gross Profit Marginnya, yaitu dengan rumus dibawah ini :

Gross Profit Margin (GPM) = Laba kotor (Gross Profit) – pendapatan Penjualan (Sales Revenue)

Penjelasan :

  • Cost of Goods Sold adalah semua dana yang dikeluarkan oleh perusahaan agar dapat memproduksi barang yang dijual atau untuk pendapatan dari barang yang dijual.
  • Sales Revenue merupakan pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan dari hasil penjualan produk dan layanan kepada pelanggannya.

Baca Juga : Rumus Cash Ratio

Contoh Perhitungan Gross Profit Margin

PT. Bina Garment adalah perusahaan yang memproduksi seragam, mulai dari seragam sekolah hingga seragam organisasi. Total penjualan seragam PT. Bina Garment berjumlah Rp. 700 juta pada tahun 2014, sedangkan biaya penjualan pokoknya (HPP) Rp. 300 juta. Tentukanlah Gross Profit Margin PT. Bina Garment?

Diketahui :

Sales Revenue = Rp. 700.000.000
Harga Pokok Penjualan (HPP) = Rp. 300.000.000

Ditanya :

Gross Profit Margin PT. Bina Garment?

Jawab :

Tentukan terlebih dahulu Laba Kotor PT. Bina Garment

Gross Profit (GP) = Sales Revenue – Cost of Goods Sold
= Rp.700.000.000 – Rp.300.000.000
= Rp.400.000.000

Jadi hasil dari Laba Kotornya Rp.400.000.000

Gross Profit Margin PT. Bina Garment?

Gross Profit Margin = Gross Profit – Sales Revenue
= Rp.400.000.000 – Rp.700.000.000
= 0,57%

Jadi, persentase GPM dari PT. Bina Garment menyatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki 0,57% dari pendapatan yang tersisa setelah membayar biaya langsung pembuatan seragam (COGS baju seragam).

Baca Juga : Rumus EPS

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan GPM?

Gross Profit Margin adalah salah satu rasio profitabilitas yang berfungsi untuk menentukan sejauh mana perusahaan dapat meminimalkan biaya pokok penjualannya.

Bagaimana cara menghitung GPM?

1. Jika kita ingin mendapatkan margin laba kotor, maka pertama-tama kita harus menentukan terlebih dahulu hasil laba kotornya.
2. Setelah kita sudah mengetahui hasil dari Laba Kotornya, maka kita sudah dapat menghitung Gross Profit Marginnya.

Apa fungsi dari GPM?

Gross Profit Margin berfungsi untuk menentukan sejauh mana perusahaan dapat meminimalkan biaya pokok penjualannya. Sehingga perusahaan dapat menghasilkan laba kotor di atas hasil penjualan.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.