Gaya Antar Molekul

Posted on

Hallo sobat Rumus.co.id kali akan menyampaikan pembahasn artikel materi tentang Gaya Antar Molekul pada cairan tetraklorometana, pengertian, bentuk, fungsi, contohnya supaya mudah di pahami.

Gaya Antar Molekul – adalah salah satu komponen dalam kompilasi dengan pengelompokan populasi yang sesuai dengan kriteria asisten, sebagai kriteria usia dan jenis kelamin,yang pekerja dan rasio pada ketergantungan.

Langsung saja simak pembahasan di bawah ini…?

Gaya Antar Molekul Adalah

Gaya-Aantar-Molekul

Gaya antar molekul adalah sebuah gaya tarik yang lebih lemah dari pada gaya dalam bentik intramolekul dengan (kekuatan dalam molekul), yang dapat mempengaruhi polaritas setiap molekul dan sifat fisiknya.

Hal ini juga adalah titik tarikan antar molekul yang bukan intramolekul, , untuk molekul itu sendiri yang akan menentukan keberadaan zat dan padatan cair.

Secara umum gaya intramolekul juga akan menguapkan cairan biasanya yang membutuhkan lebih sedikit energi dari pada memutus ikatan dalam molekul cair.

Baca Juga: Rumus Molaritas, Molalitas, Normalitas, dan Fraksi Mol

Misalnya:

Sebuah ikatan H-O-H-H-O-H dalam H2O lebih mudah dipatahkan dari pada ikatan H atau O dalam 1 molekul H2O.

Prolog Gaya Antar Molekul

Dalam teori kinetik sebuah perbedaan antara bentuk padat dan cair yang terletak pada gerakannya (energi kinetik).

  • Benda-benda yang seharusnya dalam posisi tetap / stasioner (energi kinetik rendah).
  • Benda-benda berada dalam molekul yang bergerak dan bahkan jika mereka tidak bergerak yang terlalu bebas (energi kinetik sedang).
  • Benda-benda yang disebut gas molekul yang dapat bergerak bebas (energi kinetik tinggi).

Maka suatu benda dipanaskan dalam (suhu meningkat), energi kinetik meningkat yang menjadi cairan ketika mereka memiliki energi yang cukup.

Karena tidak berpengaruh dalam ikatan molekul, dengan mempengaruhi titik didih sebagai objek yang harus memengaruhi titik dari suatu zat dengan ukuran molekul yang besar.

Berdasarkan teori kinetik juga molekul ukuran kecil (bobot molekul kecil) yang memiliki titik molekul yang besar (Mr besar).

  • H2O (Mr = 18) memiliki titik (100 0C) lebih besar (Mr> 86).
  • Garam dapur (Tn = 58.5) memiliki lebih tinggi dari pada gula pasir (Tn> 100).

Ternyata ada faktor ini akan mempengaruhi titik suatu zat, dengan gaya antarmolekul di dalam molekul, tetapi di luar molekul yang berada di antara satu molekul dan molekul lain.

Baca Juga: Titrasi Asam Basa

Macam Macam Gaya Antar Molekul

Dari apa yang sudah kami sampaikan di atas maka kami juga akan memberikan beberapa macam Gaya Antar Molekul diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Gaya Dipol-dipol

Gaya dipol-dipol adalah salah satu gaya yang bekerja di antara molekul-molekul polar yang memiliki momen dipol yang semakin besar momen dipol, semakin kuat gayanya.

2. Gaya Dipolionenkraft

Gaya ion dipol adalah salah satu gaya yang mirip dengan gaya dipol dipol, perbedaannya di sini sebagai interaksi antara molekul polar dan ion (bisa yang berupa kation atau anion).

Muatan kation umumnya akan lebih sentral karena kation biasanya lebih kecil dari anion dan akan menghasilkan yang lebih kuat dari anion berinteraksi dengan muatan yang sama.

Baca Juga: Tabel Periodik Unsur Kimia 

3. Gaya Dispersi

Gaya Dispersi adalah salah satu gaya dengan kekuatan untuk molekul polar dengan molekul non-polar yang dispersif sebagai gaya tarik yang muncul sebagai akibat dari dipol yang diinduksi dalam atom atau molekul.

Dan kesetimbangan distribusi muatan dalam molekul yag terganggu oleh cairan polar, dalam sifat elektrostatik karena itu “terinfeksi” atau diinduksi oleh molekul polar yang bersifat sementara.

4. Gaya Ikatan hidrogen

Ikatan hidrogen adalahsalah satu jenis interaksi dipol antara atom hidrogen dipol pada ikatan polar seperti NH, OH atau FH dengan atom yang rata-rata ikatan hidrogen sangat cukup besar (hingga 40 kJ / mol) ).

Ikatan hidrogen ini juga sebbagai kekuatan yang kuat dalam menentukan struktur atau sifat banyak zat senyawa,

Misalnya:

H2O, memiliki ikatan hidrogen-O-H, 100 ° C, dengan kekuatan jembatan hidrogen yang ditentukan oleh interaksi coulom antara pasangan elektron individu .

Baca Juga: Gliserin Adalah

Contoh soal Antar Molekul

Soal 1

Interaksi dominan dalam molekul pelarut atau zat terlarut dalam larutan etilen glikol dalam air disebut.

A. gaya London
B. ikatan hidrogen
C. dipol yang diinduksi – dipol permanen
D. ion – dipol permanen
E. ion

Pembahasan soal 1:

Etilena glikol (HOCH2CH2OH) bersifat polar keduanya memiliki O dengan PEB maka keduanya memiliki ikatan hidrogen dengan kekuatan dispersi London sebagai interaksi yang memiliki kekuatan dispersi London.

Soal 2:

Manakah dari molekul berikut yang memiliki gaya dipol dalam molekul, sebagai nomor atom Xe =

54 – As = 34 – C = 6 – B = 5 – Cl = 17 – F = 9 – H = 1 – O = 8

A. XeF4
B. AsH3
C. CO2
D. BCl3
E. Cl2

Pembahasan soal 2:

Molekul juga memiliki gaya dipol antar molekul dengan syarat pada molekulnya polar.

Analisis bentuk molekul dan polaritas molekul:

Untuk penentuan dalam bentuk molekul sebagai orbital hibrid (hibridisasi) dapat diselidiki dalam karya ini.

XeF4

  • → X valensi elektron 8; Elektron valensi F 7
  • XeF4 hibridisasi orbital
  • → jumlah orbital hibrida = ½ (8 + 4 – 0 + 0) = 6 → sp3d2
  • → PEB-Pad Xe = 6 – 4 = 2.
  • → XeF4 bentuk umum AX4E2 → persegi panjang datar → non-polar

Baca Juga: Perubahan Kimia

AsH3

  • → Sebagai elektron valensi 5; Elektron valensi H 1
  • orbital hibridisasi AsH3
  • → jumlah orbital hibrida = ½ (5 + 3 – 0 + 0) = 4 → sp3
  • → PEB-Pad As = 4 – 3 = 1.
  • → CO2 bentuk umum AX3E → piramida segitiga → polar

CO2

  • → C valensi elektron 4; O elektron valensi 6
  • orbital hibridisasi CO2
  • → jumlah orbital hibrida = ½ (4 + 0 – 0 + 0) = 3 → sp
  • → PEB pad C = 2 – 2 = 0.
  • → CO2 dari bentuk umum AX2 → linier → non-polar

BCl3

  • → B valensi elektron 3; Elektron valensi Cl 7
  • BCl3 hibridisasi orbital
  • → jumlah orbital hibrida = ½ (3 + 3 – 0 + 0) = 3 → sp2
  • → PEB pad B = 3 – 3 = 0.
  • → BCl3 bentuk umum AX3 → segitiga datar → non-polar

Cl2

  • Bentuk molekul linier → non-polar
  • Di antara molekul yang hanya diberi AsH3 saja, ia memiliki PEB dan bentuk molekulnya tidak simetris, sehingga AsH3 bersifat polar.

Sekian pembahasan dari kami artikel tentang, Gaya Antar Molekul, lengkap dengan pengertianya, semoga apa yang sudah kami sampaikan dapat berguna dan mudah di pahami.

Baca Juga: Rumus Senyawa