Fungsi Usus Buntu

Posted on

Fungsi Usus Buntu – Apabila mendengar tentang istilah usus buntu, tentunya yang terpikir di dalam kepala kita adalah sesuatu atau penyakit yang harus segera dibuang atau dibersihkan melalui prosedur operasi Appendectomy.

Fungsi Usus Buntu

Tidak ada dampak negatif pada tubuh setelah operasi, begitu banyak orang beranggapan bahwa fungsi usus buntu hilang, apa seperti itu? Bahkan, muncul sebuah pertanyaan sebenarnya apa fungsi dari usus buntu bagi pencernaan maupun tubuh manusia?

Dahulu, usus buntu sangat sering dianggap tidak mempunyai kegunaan bagi tubuh manusia. Namun, banyak penelitian yang justru memberikan bukti yang sebaliknya.

Namun, sebelum mengarah ke pembahasan dari Fungsi yang dimiliki oleh Usus Buntu, maka ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu definisi dan penjelasan dari Usus Buntu di bawah ini.

Definisi dan juga Letak Usus Buntu

Menurut definisi secara biologis, Usus Buntu (apendiks) adalah sebuah organ yang memiliki bentuk seperti selang ataupun mirip dengan cacing yang letaknya berada pada usus besar di dalam tubuh manusia.

Usus buntu mempunyai ujung buntu, artinya segala sesuatu yang sudah masuk ke dalamnya maka bisa dipastikan tidak akan bisa kembali.

Secara umum, setiap orang memiliki ukuran panjang apendiks sekitar 11 cm, namun tidak semua orang memiliki ukuran yang sama, bahkan dapat memiliki ukuran yang cukup panjang yaitu sekitar 20 cm.

Karena ukurannya yang sangat kecil dan mirip dengan cacing ini, menyebabkan banyak literatur yang menyebutnya sebagai Umbai Cacing, “Vermiform” atau “Vermix” yang didapat dari bahasa Latin yang artinya “memiliki bentuk seperti cacing”.

Fungsi Usus Buntu Bagi Tubuh

Fungsi Usus Buntu

Di bawah ini terdapat fungsi-fungsi dari usus buntu bagi tubuh kita yang tentunya perlu kita ketahui, diantaranya adalah :

1. Berperan Dalam Kekebalan Tubuh

Fungsi dari usus buntu yang pertama, bahwa menurut hasil penelitian yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu memperlihatkan bahwa apendiks mempunyai sel limfoid yang dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi.

Artinya, Apendiks menjadi organ yang ada di dalam tubuh manusia yang berperan aktif dalam menjaga sistem imun ataupun sistem kekebalan dari tubuh manusia.

Berdasarkan artikel yang disebarluaskan oleh Scientific American, Loren G. Martin yaitu seorang ahli dari Oklahoma State University yang mengungkapkan bahwa menurut beliau Apendik memiliki peran terhadap janin saat ada di dalam kandungan.

Saat janin sudah masuk usia 11 minggu, maka sel-sel endokrin akan mulai teramati dalam usus buntu. Sel-sel endokrin tersebut selanjutnya akan memproduksi hormon amino serta peptida biogenik yang berperan di dalam me-mekanisme homeostasis janin.

Kemudian setelah janin lahir dan tumbuh dewasa, Apendiks masih tetap berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh manusia. Apendiks menjadi tempat untuk pembangunan jaringan limfatik dari lahir hingga usia 20 sampai 30 tahun. Akumulasi dari jaringan ini membantu mematangkan salah satu sel darah putih, yaitu limfosit B.

Baca Juga :
Gangguan Pada Usus Besar
Gangguan Pada Ginjal
Fungsi Enzim Tripsin

2. Sebagai Tempat Bakteri Baik

Selanjutnya, Fungsi dari usus buntu yang lainnya sudah dijelaskan oleh para pakar dari Duke University Medical Centre pada tahun 2007 yang mengungkapkan bahwa apendiks berfungsi sebagai sarang atau tempat bakteri baik.

Sementara itu, bakteri baik ini berperan dalam memulihkan masalah usus setelah adanya serangan dari berbagai penyakit. Namun, pada dasarnya, dalam sistem pencernaan manusia sudah memiliki banyak bakteri baik yang dapat membantu memecah makanan.

Jadi bakteri bisa mati jika mereka terkena penyakit seperti disentri ataupun kolera. Di dalam penelitian ini, dijelaskan bahwa fungsi Apendiks juga untuk membantu mengatur populasi dari bakteri baik.

Selain itu, fungsi dari Apendiks juga bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian dari bakteri baik tersebut dari berbagai macam serangan penyakit, sehingga bisa dijadikan sebagai tempat untuk proses perkembangbiakan.

Penyakit Pada Apendiks

Secara umum, penyakit yang dapat menyerang Apendiks yaitu seperti radang usus buntu serta tumor karsinoid. Meskipun telah dijelaskan di atas bahwa apendiks sebenarnya memiliki fungsi yang sangat berguna bagi tubuh manusia.

Akan tetapi, apabila Apendiks tersebut diangkat dari dalam tubuh manusia maka efeknya pun tidak akan pernah terlihat serta bahkan tidak menimbulkan gejala apapun.

Jika Apendiks sudah terserang oleh penyakit seperti tumor atau peradangan karsinoid, maka hal tersebut tentunya harus dilakukan pengangkatan sesegera mungkin, jika tidak mau menimbulkan masalah yang jauh lebih parah.

Apendisitis yang tidak segera diobati dengan tepat maka bisa berakibat fatal. Secara umum, penyebab dari terjadinya radang usus buntu itu sendiri diakibatkan oleh makanan yang dikonsumsi.

Beberapa makanan yang memiliki biji cukup banyak umumnya tidak bisa dicerna dengan baik oleh tubuh, sehingga mereka menumpuk di dalam Apendiks. Penumpukan ini dapat mengakibatkan pertumbuhan bakteri jahat secara berlebihan kemudian mengakibatkan peradangan, gas, dan nanah.

F.A.Q

Apa itu Usus Buntu?

Usus Buntu (apendiks) adalah sebuah organ yang memiliki bentuk seperti selang ataupun mirip dengan cacing yang letaknya berada pada usus besar di dalam tubuh manusia.

Mengapa usus buntu bisa bermasalah?

Usus Buntu bisa mengalami berbagai masalah disebabkan adalah adanya Konstipasi, Parasit, Trauma Abdominal hingga tertelannya objek atau benda keras yang terperangkap dalam Apendiks.

Bagaimana cara menjaga kesehatan Apendiks?

1. Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.
2. Perbanyak mengkonsumsi air putih.
3. Jangan tunda BAB.
4. Konsumsi makanan yang banyak mengandung vit A dan D.

Cukup sekian dari artikel yang saya sampaikan dalam pembahasan kali ini, semoga bisa menjadi ilmu tambahan untuk kita semua.