Frasa Adalah

Posted on

Frasa adalah – Pembahasan materi kali ini adalah mengenai pengertian, contoh, jenis dan ciri-ciri frasa yang akan diulas secara lengkap. Silahkan kalian simak penjelasan lengkapnya dibawah ini!

Frasa
Frasa

Pengertian Frasa

Frasa adalah sebuah satuan yang terdiri berdasarkan dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. Frasa tidak dapat membentuk kalimat sempurna karena tidak memiliki predikat.

Sebagai contoh : Semua guru baru saja melakukan rapat di ruang Kepala Sekolah.

Perhatikan penjelasan fungsi kalimat di atas:

Semua guru (S)
Melakukan rapat (P)
Di ruang Kepala Sekolah (Ket. tempat).

Kalimat tersebut terdiri dari tiga frasa, yakni ‘semua guru’, ‘melakukan rapat’, dan ‘di ruang Kepala Sekolah’.

Ciri-Ciri Frasa

Untuk membedakan frasa dengan satuan bahasa yang lainnya, berikut ini ciri-ciri frasa yang akan diulas sebagai berikut:

  • Frasa terdiri berdasarkan dengan dua kata atau lebih.
  • Frasa menduduki fungsi gramatikal pada sebuah kalimat (subjek, predikat, objek, dan lainnya).
  • Frasa mempunyai satu makna gramatikal.
  • Frasa bersifat non predikatif (frasa bisa menduduki fungsi sebagai predikat, tetapi bukan sebuah kumpulan kata yang mempunyai predikat seperti kalimat).

Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya

Frasa bisa dibagi menjadi beberapa jenis dengan persamaan dstribusi dalam unsurnya, kategori kata yang menjadi sebuah unsur pusatnya, kedudukan, dan makna yang berada dalam kandungannya.

A. Pembagian Frasa Berdasarkan Persamaan Distribusi Dengan Unsurnya

Berdasarkan dari persamaan distribusi pada unsurnya, frasa dibedakan menjadi 2 yakni frasa endosentris dan frasa eksosentris. Berikut penjelasannya dibawah ini:

1. Frasa Endosentris

Frasa Endosentris adalah frasa yang kedudukannya sejajar, sehingga pada sebuah fungsi tertentu bisa digantikan oleh suatu unsurnya. Unsur frasa yang bisa menggantikan fungsi tertentu dalam frasa tersebut disebut sebagai unsur pusat. Dalam hal ini frasa endosentris merupakan frasa yang mempunyai unsur pusat.

Contoh:

Sejumlah guru sedang rapat
(S)                                (P)

Dua pria di kelas
(S)                (P)

Pemilihan presiden lima tahun sekali
(S)                                   (P)

Kalimat ‘Sejumlah guru sedang rapat’ tidak bisa ditulis menjadi ‘Sejumlah sedang rapat’ karena kata ‘guru’ merupakan sebuah unsur pusat. Begitu juga dengan kalimat ‘Dua pria di kelas’ tidak bisa ditulis sebagai ‘Dua di kelas’ karena kata ‘pria’ merupakan sebuah unsur pusat pada frasa ‘dua pria’. Sedangkan dengan kalimat ‘Pemilihan presiden lima tahun sekali’ tidak bisa ditulis menjadi ‘presiden lima tahun sekali’ atau juga ‘pemilihan lima sekali’ karena kata ‘pemilihan’ dan kata tahun ‘tahun’ merupakan sebuah unsur pusat.

2. Frasa Eksosentris

Frasa Eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan kedudukan dalam unsurnya. Dengan kata lain, frasa eksosentris tidak mempunyai unsur pusat atau UP.

Contohnya : (Frasa yang dicetak miring ialah sebagai contoh frasa eksosentrik)

  • Kedua orang itu mengadakan jual beli
  • Mereka bertemu di lapangan
  • Guru di ruangan
  • Anak itu mengadu pada ayahnya

B. Pembagian Frasa Berdasarkan Kategori Kata Dengan Unsur Pusatnya

Berdasarkan dari kategori kata yang menjadi sebuah unsur pusatnya, frasa dibedakan menjadi enam bagian, yaitu frasa nomina, frasa verba, frasa ajektifa, frasa numeralia, frasa preposisi, dan juga frasa konjungsi.

1. Frasa Nomina

Frasa nomina adalah sebuah frasa yang mempunyai unsur pusat berupa kata nomina.

Contoh : (Frasa yang dicetak miring adalah sebuah frasa nomina)

  • Pasir pantai itu bersih sekali.
  • Gerobak itu berwana hitam.
  • Mangga itu asam sekali.

2. Frasa Verba

Frasa verba adalah frasa yang mempunyai unsur pusat berupa kata verba dan ditandai pada adanya afiks verba. Frasa verba bisa juga ditambahkan dengan imbuhan kata ‘sedang’ untuk verba aktif dan kata ‘sudah’ pada verba yang menyatakan keadaan. Frasa verba tidak bisa diberikan dengan imbuhan kata ‘sangat’ dan biasanya menduduki fungsi sebagai predikat pada sebuah kalimat.

Contoh :

  • Sedang mencuci.
  • Menghitung penghasilan minggu ini.
  • Berjalan memutari desa.
  • Belajar membaca.
  • Membawa box ikan.

3. Frasa Adjektiva

Frasa adjektiva adalah frasa yang mempunyai sebuah unsur pusat berupa kata adjektiva. Unsur pada frasa adjektiva bisa diberikan imbuhan ter- (untuk mewakili suatu kata paling). Biasanya menduduki fungsi dalam predikat pada suatu kalimat.

Contoh :

  • Rumahnya indah sekali.
  • Dia memang baik sekali.
  • Jalannya sangat parah.
  • Dia anak yang pemalu di antara temannya.

4. Frasa Numeralia

Frasa numeralia adalah sebuah frasa yang mempunyai unsur pusat berupa kata numeralia atau sebuah kata yang menyatakan bilangan atau bisa dikatakan jumlah tertentu. Frasa numeralia bisa ditambahkan kata bantu bilangan seperti ekor, buah, satuan mata uang, dan lainnya.

Contoh :

  • Lima puluh tujuh.
  • Dua ekor sapi.
  • Tiga puluh ribu.

5. Frasa Preposisi

Frasa preposisi adalah salah satu frasa yang ditandai dengan adanya preposisi atau kata depan yang dijadikan penunjuk atau indikator dan diikuti dengan kata atau kelompok kata, yang bukan klausa, yang berdiri berdasarkan dengan petanda.

Contoh:

  • Di sekolah.
  • Di depan halaman.
  • Dari pasar.
  • Untuk saya.

6. Frasa Konjungsi

Frasa konjungsi adalah salah satu frasa yang ditandai dengan sebuah konjungsi atau kata penghubung. Frasa konjungsi bisa dikatakan sebagai frasa verbal atau keterangan.

Contoh:

  • Tadi pagi.
  • Tengah malam.
  • Kemarin malam.
  • Besok pagi.
  • Terus berlari.

C. Pembagian Frasa Berdasarkan Kedudukannya

Frasa berdasarkan dengan kedudukannya dibagi menjadi dua kategori, yaitu frasa setara dan frasa setara bertingkat.

1. Frasa Setara

Frasa setara adalah sebuah frasa yang mempunyai hubungan dengan unsur setara.

Contoh :

  • Tua muda
  • Keluar masuk
  • Hitam putih
  • Muda mudi
  • Suami istri
  • Maju mundur
  • Pergi kembali
  • Depan belakang
  • Pulang pergi
  • Asal usul

2. Frasa Setara Bertingkat

Frasa setara bertingkat adalah salah satu frasa yang kedudukan antar unsurnya tidak setara atau bertingkat.

Contoh :

  • Mengayuh sepeda
  • Uang tunai
  • Cara baru
  • Pedang tajam
  • Bangku emas

D. Pembagian Frasa Berdasarkan Makna Yang Dikandungnya

Frasa dibedakan menjadi tiga bagian berdasarkan makna yang telah dikandung atau yang mempunyai unsurnya, yaitu frasa biasa, frasa idiomatic, dan juga frasa ambigu.

1. Frasa Biasa

Frasa biasa adalah sebuah frasa yang terdiri berdasarkan dari pembentukannya berupa makna denotasi atau makna sebenarnya.

Contoh : (Frasa yang dicetak miring adalah sebuah frasa biasa)

  • Ayah membeli kambing jantan.
  • Kursi kesukaan adik berwarna merah.
  • Ibu membeli ayam dan ikan di pasar.

2. Frasa Idiomatik

Frasa idiomatik adalah kebalikan dari frasa biasa, yakni frasa yang terdiri berdasarkan pembentukannya berupa makna konotasi atau sebuah makna yang bukan sebenarnya.

Contoh :

  • Saya baru kembali dari Surabaya. (arti: nama tempat)
  • Dina orangnya sangat ringan tangan. (arti; suka membantu)
  • Ibu anak itu banting tulang mencari nafkah. (arti: bekerja)

3. Frasa Ambigu

Frasa ambigu adalah sebuah frasa yang mempunyai makna lebih dari satu atau makna ganda tergantung dari penggunaannya pada suatu kalimat.

Contoh :

  • Panjang tangan. (arti: ‘panjang pada sebuah tangan’ atau ‘suka mencuri’)
  • Kambing hitam. (arti: ‘kambing memiliki warna hitam’ atau ‘orang yang disalahkan’)
  • Keras kepala. (arti: ‘kepala yang sangat keras’ atau ‘orang yang tidak mau mendengarkan nasehat dari orang lain’)

Demikian penjelasan mengenai pengertian, contoh, jenis dan ciri-ciri frasa, semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Artikel Terkait :