Proses Fertilisasi (Pembuahan) pada Manusia

Posted on

Rumus.co.id – Pembahasan yang menarik mengenai proses fertilisasi atau pembuahan pada manusia. Perhatikan pembahasan di bawah ini agar anda dapatkan apa yang anda cari pada artikel ini.

Pengertian Fertilisasi

Pengertian fertilisasi adalah pertemuan antara sel telur dan sperma di dalam tuba fallopi. fertilisasi merupakan proses berfusinya pronukleus jantan pada sperma dengan pronukleus betina pada ovum hingga berbentuk zigot yang berlangsung di dalam tuba falopii (saluran telur).

Setelah bertemu antara sel telur dan sperma maka akan membentuk zigot kemudian menjadi embrio yang nantinya akan menjadi cikal bakal janin. Janin akan berkembang di dalam Rahim seorang ibu. Seorang ibu akan berperan aktif pada perkembangan si bayi. Bisanya ibu akan menambah nafsu makan karena merasa lapar terus menerus.

Proses Fertilisasi (Pembuahan) pada Manusia

Proses Fertilisasi (Pembuahan)

Proses fertilisasi atau pembuahan merupakan proses dimana sperma akan membuahi sel telur. Satu kali ejakulasi sperma dikeluarkan 300 juta – 400 juta sel sperma. Yang akan masuk membuai sel telur. Tetapi tidak semua bertahan hidup sampai ke sel telur. Dan yang berhasil membuahi hanya satu sperma pada sel telur. Berikut ini adalah tahapan proses fertilisasi atau pembuahan:

1.      Ovulasi

Sebelum terjadi pembuahan, sel telur harus terjadi ovulasi telebih dahulu. Ovulasi adalah keluarnya sel telur dari ovarium atau indung telur setiap bulannya. Didalam ovarium banyak sel telur tetapi hanya satu yang keluar pada setiap bulannya. Sebuah kantung (folikel) yang dipersiapkan untuk menjadi matang. Proses pematangan ini terutama dipengaruhi oleh hormon FSH (folikel stimulating hormone).

2.      Sel telur berpindah ke saluran tuba falopi

Setelah keluar dari ovarium, sel telur akan berpindah ke saluran tuba falopi. Umur sel telur di dalam tuba falopi hanya 24 jam saja, sehingga apabila tidak ada sperma yang membuahinya, maka ia akan mati dan kehamilan tidak terjadi.

3.      Meningkatnya Hormon

Setelah sel telur berpindah ke saluran tuba falopi maka dinding Rahim akan bersiap-siap menebalkan dindingnya. Akan terjadi peningkatan hormon setelah sel telur meninggakan folikel. folikel dalam ovarium kemudian berkembang menjadi korpus luteum. Korpus luteum ini menghasilkan hormon progesteron yang bertugas menebalkan lapisan dinding Rahim.

4.      Jika Sel Telur Tidak Dibuahi

Jika sel telur tidak di buahi maka sel telur akan berpindah ke Rahim dan hancur biasa di sebut menstruasi pada wanita setiap bulannya. Menstruasi berbeda-beda pada wanita, ada yang 28 hari bahkan juga ada yang kurang dan lebih. korpus luteum mengecil dan kadar hormon dalam tubuh kembali normal seperti biasanya. Lapisan dinding rahim yang menebal tadi mulai mengalami proses peluruhan sehingga keluarlah yang namanya darah haid.

5.      Jika Sel Telur Dibuahi

Jika sel telur dibuahi terjadi fertilisasi yaitu pertemuan sperma dengan sel telur. Maka sperma akan menembus kedalam sel telur. Ketika sel telur sudah di buahi maka sperma akan gugur dan tidak bisa masuk kedalam sel telur.

Proses Pepindahan Sel telur yang Sudah Dibuahi

Perhatikan gambar di bawah ini:

Proses Fertilisasi

Proses awalnya terjadi pada ovarium yang memproduksi sel telur mengelurarkan sel setiap bulannya. Pehatikan gambar di atas step by step berjalannya sel telur haingga menuju Rahim.

Baca Juga:

Respirasi Anaerob – Pengertian, Skema, Tabel Tahapan

Pengertian dan Proses Gluconeogenesis

Demikian Pembahasan yang menarik mengenai proses fertilisasi atau pembuahan pada manusia. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan serta informasi anda. Semoga artikel ini bisa membantu dan banyak membawa manfaat bagi anda semua yang membacanya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, kunjungi terus Rumus.co.id banyak artikel menarik disana.