Faktor Pembentukan Kepribadian

Posted on

Faktor Pembentukan Kepribadian Seseorang – Apabila kita membicarakan tentang kepribadian, maka yang terlintas di dalam pikiran kita tidak lain dan juga tidak bukan pasti tentang sifat, karakter atau perilaku yang dilakukan oleh seseorang. 

Faktor Pembentukan Kepribadian

Pada dasarnya, kepribadian yang dimiliki oleh seseorang tidak dibawa sejak lahir ke dunia ini. Akan tetapi kepribadian tersebut terbentuk melalui sebuah proses, namun proses tersebut berlaku selama individu tersebut masih hidup di dunia ini.

Secara umum, pembentukan dari kepribadian seseorang umumnya terjadi di dalam proses yang disebut sebagai sosialisasi. Sosialisasi merupakan proses dimana seseorang dapat menyesuaikan diri dengan norma kelompok di mana ia tinggal dan juga hidup.

Sehingga proses tersebut dapat menciptakan maupun memodifikasi identitas atau kepribadian dari individu tersebut. Sebelum kita mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seseorang.

Maka, ada baiknya jika kita mengetahui definisi dari Kepribadian. Untuk mengetahuinya, yuk simak pembahasan yang ada di bawah ini…

Definisi Kepribadian

Kepribadian sering diartikan sebagai segala sesuatu mulai dari sikap, sifat, perilaku hingga tingkah laku yang mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu tentunya memiliki kepribadian yang berbeda, bahkan mereka yang terlahir kembar pun tidak memiliki kepribadian yang sama.

Di samping itu, kepribadian juga didefinisikan sebagai ciri-ciri yang paling menonjol dari diri individu itu sendiri, seperti orang pemalu diberikan julukan “memiliki kepribadian pemalu”.

Individu supel mendapatkan julukan “memiliki kepribadian supel” hingga individu pengecut, plin-plan dan sebagainya mendapatkan julukan “tidak memiliki kepribadian”.

Definisi Kepribadian Menurut Para Ahli

Selain definisi yang ada diatas, untuk membuat agar kalian lebih mudah untuk memahaminya, yuk simak definisi dari Kepribadian yang diungkapkan oleh beberapa para ahli di bawah ini, yaitu :

  • Yinger, mendefinisikan bahwa Kepribadian adalah perilaku umum orang dengan kecenderungan tertentu dan juga dalam kondisi tertentu.
  • Roucek dan Warren, mengartikan bahwa kepribadian merupakan sebuah organisasi dari faktor-faktor psikologis, biologis serta sosiologis yang menjadi dasar dari perilaku individu itu sendiri.
  • Theodore R. Newcombe, mendefinisikan bahwa kepribadian merupakan predisposisi atau pengelompokkan sikap yang dimiliki oleh setiap individu sebagai latar belakang dari perilakunya.
  • Sutherland dkk, Interpretasi kepribadian ini adalah abstraksi dari setiap individu dan perilakunya dalam hubungannya di lingkungan masyarakat dan budaya.

Baca Juga :
Tujuan Sosialisasi
Interaksi Sosial
Sistem Sosial

Faktor Pembentukan Kepribadian

Setelah melihat penjelasan dari definisi kepribadian yang ada diatas, selanjutnya kita akan membahas faktor apa saja yang mempengaruhi proses pembentukan dari Kepribadian seseorang, diantaranya adalah :

1. Faktor Biologis

Biologis menjadi salah satu faktor dari pembentuk kepribadian yang didapatkan dari gen orang tua. Tak bisa dipungkiri, bahwa rumah dari tempat semuanya adalah orang tua.

Faktor ini berdampak besar pada sikap dasar yang mendefinisikan kepribadian seseorang. Orang tua akan menjadi model bagi anak-anak mereka.

2. Faktor Kelompok

Kelompok menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang yang tercipta dari pengaruh lingkungan sosial. Kelompok sosial yang ada di dalam ruang lingkup kecil disebut sebagai “teman hidup” baik itu kelompok kerja, masyarakat, hingga kelompok belajar.

Pada saat kita bergaul di dalam kelompok, maka sadar atau tidak kita bisa memberikan pengaruh terhadap anggota yang lainnya.

3. Faktor Prenatal

Prenatal merupakan salah satu faktor yang berhubungan erat dengan pemberian rangsangan ataupun stimulus pada saat anak masih di dalam kandungan. Karena itu, kondisi dan kepribadian ibu juga sangat mempengaruhi fisik dan juga psikologis sang bayi yang akan dilahirkan.

4. Faktor Geografis

Geografi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang, yang dipengaruhi oleh lingkungan alam, dengan perbedaan iklim dan topografi, hingga sumber daya alam yang tersedia, akan membuat orang beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Jadi, tentu saja, kepribadian akan terbentuk, misalnya orang yang tinggal di pantai akan berbeda dari orang yang tinggal di pegunungan. Misalnya, mereka yang di pinggir pantai berbicara dengan nada tinggi karena dipengaruhi oleh suara ombak.

5. Faktor Kebudayaan

Kebudayaan menjadi faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang yang tercipta dari kebudayaan. Adanya perbedaan dalam kebudayaan juga membuat budaya yang mereka miliki berbeda.

Dengan perbedaan tersebut maka dapat memberikan karakteristik tersendiri kepada anggotanya. Karena manusia, alam, lingkungan sosial termasuk kebudayaan di dalamnya akan saling mempengaruhi.

6. Faktor Pengalaman

Pengalaman adalah faktor yang mempengaruhi pembentuk kepribadian seseorang yang sangat berkaitan dengan pengalaman hidup dari individu itu sendiri. Karena gaya hidup setiap orang berbeda, naik turunnya kehidupan juga mempengaruhi kepribadian seseorang.

Misalnya, apabila seseorang mengalami pasang surut dalam mencapai keberhasilannya, maka kemungkinan besar bahwa jiwa tidak pernah menyerah, pembelajar, suka menolong akan ada di dalam dirinya.

F.A.Q

Apa itu Kepribadian?

Kepribadian sering diartikan sebagai segala sesuatu mulai dari sikap, sifat, perilaku hingga tingkah laku yang mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Kepribadian setiap orang berbeda-beda?

Para psikolog sudah mendapat jawabannya dan mereka meyakini bahwa kepribadian seseorang bisa berbeda karena hal ini sangat bergantung terhadap lima sifat yang mendasarinya yaitu penyesuaian, neurotisme, kesadaran, ekstraversi serta keterbukaan terhadap pengalaman.

Apa saja tahapan dari pembentukan Kepribadian?

1. Persiapan
2. Meniru
3. Tindakan
4. Penyadaran diri

Sekian ulasan dalam artikel kali ini, semoga pembahasan diatas bisa dijadikan sebagai ilmu yang bermanfaat.