Deskriptif Adalah

Posted on

Deskriptif Adalah – Dalam sebuah Koran atau Majalah pasti terdapat beberapa peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi atau yang telah terjadi.

Deskriptif

Metode bentuk yang digunakan untuk menulis sebuah berita peristiwa-peristiwa pada sebuah Koran, yaitu menggunakan metode Deskriptif.

Apa yang dimaksud dengan Deskriptif ?, Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama membahas tentang Deskriptif beserta dengan struktur-struktur pembuatannya.

Pengertian

Deskriptif merupakan salah satu bentuk Metode Penelitian yang berfungsi untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai Setting Sosial atau untuk Eksplorasi dan Klarifikasi, yang terbentuk dengan cara Mendeskripsikan suatu Fenomena peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Dalam bentuk Metode Penelitian ini, para Peneliti harus memiliki definisi yang jelas tentang Subjek dan Objek dalam penelitiannya, dan menggunakan pertanyaan Who dalam menggali informasi yang akan dibutuhkan.

Pengertian dari Metode Deskriptif ini juga dapat kita pahami, berdasarkan pendapat-pendapat para Tokoh Sastrawan, diantaranya sebagai berikut :

1. Hidayat Syah : Deskriptif merupakan suatu Metode yang berfungsi untuk, menemukan dan memahami pengetahuan seluas-luasnya terhadap Objek penelitian pada suatu masa tertentu.

2. Sukmadinata : Deskriptif merupakan suatu Penelitian yang berfungsi untuk Mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, yaitu Fenomena Alamiah atau Fenomena buatan Manusia, yang berbentuk berupa Aktivitas Karakteristik, Hubungan, Perubahan, Persamaan, dan Perbedaan, antara suatu Fenomena dengan Fenomena lainnya.

3. Sugiyono : Deskriptif merupakan suatu Metode yang berfungsi untuk Menganalisis atau Menggambarkan sebuah hasil Objek penelitian, tetapi tidak digunakan untuk memberikan kesimpulan-kesimpulan yang lebih luas.

4. Whitney : Deskriptif merupakan suatu Metode yang berfungsi untuk Pencarian Fakta dengan Interpretasi yang tepat dan jelas.

Ciri-Ciri Bentuk

Dalam pembentukan Deskriptif memiliki struktur-struktur penulisannya, yaitu sebagai berikut ini :

  1. Memusatkan perhatian dalam permasalahan yang terjadi dan bersifat Aktual, pada saat penelitian akan dilakukan.
  2. Menggambarkan fakta tentang Permasalahan yang akan diteliti sesusai dengan apa yang terjadi, dan diikuti dengan Interpretasi Rasional yang seimbang.
  3. Penelitian dilakukan bukan hanya memberikan Gambaran terhadap fenomena-fenomena yang terjadi saja, tetapi juga memberikan untuk menerangkan suatu Hubungan, Pengujian Hipotesis, membentuk Prediksi, serta memberikan Makna dan Implikasi dari suatu Fenomena yang terjadi.

Bentuk Metode Dan Contoh

Dalam pembentukan Deskriptif ditinjau dari Fenomena peritiwa-peristiwa yang akan diteliti, dengan menggunakan Teknik dan Alat-Alat, Tempat dan Waktu, sehingga Metode ini terbagi menjadi beberapa jenis-jenis pembentukannya, yaitu sebagai berikut ini.

1. Metode Survei

Metode dalam bentuk ini adalah Suatu Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan fakta dari kejadian sebuah Fenomena, dengan mencari suatu Keterangan secara Faktual, yaitu berupa tentang Institusi Sosial, Politik, Komunikasi, Pendidikan, atau Ekonomi pada suatu tempat tertentu.

Pada dasarnya Metode Survei tidak jauh berbeda dengan dengan Metode Penelitian (Research). Penggunaan pada Kedua istilah ini, sering sekali diartikan hanya bermaksud untuk memberikan Penekanan atau Penegasan mengenai terhadap Ruang Lingkupnya saja.

Metode Penelitian (Research) mempusatkan diri dalam salah satu atau beberapa aspek dari suatu Objek, sedangkan Metode Survei mempusatkan diri secara menyeluruh terhadap aspek dari suatu Objek, dan kemudian akan diteruskan secara khusus apabila pada Studi akan dilanjutkan lebih dalam.

2. Metode Deskriptif Berkelanjutan

Metode dalam bentuk ini adalah Suatu Penelitian yang dilakukan secara terus-menerus pada sebuah Objek Penelitian, sehingga mendapatkan suatu Pengetahuan yang menyeluruh mengenai tentang Fenomena, Masalah, dan Kekuatan Sosial, dengan mengkaji dalam Priode yang lama.

Contoh :

Menganalisa terhadap berbagai bentuk permasalahan yang terjadi pada Penduduk Indonesia, bukan hanya seseorang saja tetapi seluruhnya, sehingga dalam Prosesnya bersifat Berkesinambungan.

3. Metode Penelitian Studi Kasus

Metode dalam bentuk ini adalah Suatu Penelitian yang dilakukan dengan mempusatkan diri secara Intensive terhadap sebuah Objek tertentu, dengan mempelajarinya dalam bentuk Studi Kasus. Dalam Metode ini juga dapat digunakan untuk memberikan Gambaran secara mendetail tentang Sifat-Sifat Karakter, Latar Belakang, atau Status Sosial, yang bersifat umum.

Contoh :

Menganalisa terhadap proses perkembangan pada sebuah kelas yang berada di Sekolah tertentu, dengan menggunakan kajian-kajian yang mendalam.

Metode Studi Kasus ini terbagi menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut :

  • Metode Penelitian Studi Kasus secara mendalam
  • Metode Penelitian Studi Kasus secara Instrumental
  • Metode Penelitian Studi Kasus secara menjamak

Sedangkan dalam langkah-langkah melakukan Metode Studi Kasus dapat dilakukan dengan cara berikut ini :

A. Perancangan Studi Kasus

Sebelum melakukan Penelitian terhadap suatu Objek, maka akan diperlukan rancangan-rancangan dalam pembentukannya yang terbagi menjadi 2 langkah, yaitu memiliki Pembekalan Ilmu Pengetahuan dan memiliki Keterampilan, serta melakukan Pengembangan atau Mengkaji ulang penelitian yang telah dilakukan.

B. Melakukan Penelitian

Setelah melakukan Perancangan Studi Kasus, selanjutnya dalam melakukan Penelitian terhadap suatu Objek, harus melakukan 3 langkah sebagai berikut, yaitu Penentuan Teknik pengumpulan Data, Penyebaran Alat pengumpulan Data, dan Menganalisa bukti Studi Kasus yang telah dikumpulkan.

C. Melakukan Pengembangan, Implikasi, dan Saran

Pada tahap terakhir dalam melakukan Studi Kasus, terhadap Penelitian yang dilakukan pada suatu Objek, harus menyusun dan melaporkan hasil dari Penelitian yang dilakukan secara Implikasi kepada Publik.

4. Metode Penelitian Analisa Aktivitas

Metode dalam bentuk ini adalah Suatu Penelitian yang dilakukan untuk menganalisa Pekerjaan atau Aktivitas manusia, dan hasil dari Penelitian yang dilakukan tersebut akan memberikan suatu Rekomendasi keperluan-keperluan pada masa yang akan datang.

Metode ini juga berfungsi untuk memahami sifat-sifat Karakteristik dari Para Pekerja, Petani, Buruh, Guru, Dokter, dan lain-lainnya, dalam gerak-gerik mereka dalam menjalankan tugasnya masing-masing dan cara mereka dalam menggunakan waktu, secara Effektif dan Effisien.

5. Metode Penelitian Tindakan

Penelitian Tindakan (Action Research) adalah Suatu Penelitian yang dilakukan dengan cara penerapan tindakan langsung. yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dalam memecahkan suatu permasalahan yang terjadi, dan mengamati tingkat keberhasilannya atau dampak dari tindakannya terhadap Objek Penelitian tertentu.

Metode Penelitian Tindakan ini memiliki 2 tujuan utama, yaitu Meningkatkan Perbaikan (Improves) dan Meningkatkan Keterlibatan (Involve), artinya adalah Metode Penelitian Tindakan berfungsi untuk meningkatkan bidang praktikum, meningkatkan pemahaman terhadap praktikum yang dilakukan, dan meningkatkan situasi tempat praktikum dilakukan.

Contoh :

Menganalisa terhadap Konflik Sosial yang terjadi didalam kehidupan bermasyarakat, dengan melakukan kajian-kajian yang mendalam untuk mengetahui tindakan dari Seseorang atau suatu Kelompok tertentu, dan hasil dari Penelitian tersebut akan sesuai terhadap solusi dalam menyelesaikan Konflik Sosial tersebut.

6. Metode Penelitian Perpustakaan

Metode dalam bentuk ini adalah Suatu kegiatan mengamati terhadap berbagai Literatur yang memiliki hubungan dengan pokok permasalahan sebuah Objek tertentu, dan terbentuk menjadi sebuah Tulisan, Buku, Makalah, Majalah atau bentuk-bentuk lainnya bersifat sebagai pedoman pembantu dalam melakukan sebuah Penelitian.

Dalam hal lain Metode Penelitian Perpustakaan ini bertujuan untuk mengumpulkan data-data dan informasi, yang kemudian hasilnya akan dijadikan sebagai Fungsi Dasar dan Alat Utama terhadap Praktik Penelitian Lapangan.

Contoh :

Menganalisa Perubahan Sosial yang mempengaruhi terhadap Globalisasi, karena hubungan Perubahan Sosial dan Globalisasi sangat berkaitan terhadap kehidupan bermasyarakat. Pada metode ini, masyarakat dijadikan sebagai Objek Utama dalam Penelitian.

7. Metode Penelitian Komparatif

Metode dalam bentuk ini adalah Suatu kegiatan perbandingan terhadap suatu Objek tertentu yang akan dijadikan sebagai Penelitian.

Contoh : 

Menganalisa terhadap wilayah Bali sebagai tempat wisata terkenal di Dunia. Perbandingan yang telah terjadi disana, berbeda jauh dengan wilayah-wilayah lainnya yang terdapat di Indonesia.

Metode Penelitian Komparatif ini terdapat kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

A. Kelebihan

  • Metode Penelitian Komparatif ini dapat Mensubtitusikan dari Metode Eksperimental
  • Sangat susah dalam mengontrol terhadap faktor yang akan diketahui atau diteliti antara hubungan sebab akibatnya
  • Teknik yang digunakan untuk Variabel Kontrol dapat menghalangi penampilan dari suatu Fenomena secara normal atau tidak memiliki Interaksi secara normal
  • Pada penggunaan Laboratorium untuk Penelitian yang akan dilakukan dapat memungkinkan, karena terdapat beberapa kendala terhadap Teknik, Keuangan, atau Etika dan Moralitasnya.
  • Dengan penggunaan Teknik Mutakhir dan Alat Statistik yang lebih modern, dapat membuat Penelitian Komparatif bisa mengadakan Estimasi terhadap Parameter Hubungan yang Kausal lebih Effisien dan Efektif.

B. Kekurangan

  • Metode Penelitian Komparatif bersifat Ex Post Facto yang mengakibatkan sebuah Penelitian tidak mampu mengontrol terhadap Variabel Bebas.
  • Sangat susah dalam mendapatkan suatu kepastian, karena Faktor Penyebab terhadap Hubungan Kausal yang diteliti bersifat Relevan.
  • Interaksi antara Faktor Tunggal sebagai sebab akibat terhadap terjadinya sebuah Fenomena, menjadi susah untuk dipahami.
  • Pada dua Faktor atau lebih memperlihatkan adanya suatu hubungan, tetapi hubungan yang diperlihatkan tidak menentu.
  • Subjek yang di Kotomi akan di Ketegorikan dan berfungsi sebagai Perbandingan keputusan dan kesimpulan yang salah, akibatnya Subjek yang di Kategorikan dan di Kotomi mempunyai Sifat Kabur, Bervariasi, Samar-samar, memiliki kehendak Value Judgement dan Tidak Kokoh.

 

Demikianlah penjelasan mengenai tentang Deskriptif beserta Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenis Bentuknya.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi suatu pengetahuan yang berguna untuk kita semua.

Baca Juga Artikel Lainnya :

Jenis-Jenis Majas

Contoh Surat Resmi

Contoh Karangan Argumentasi