Demokrasi Dalam Islam

Posted on
Demokrasi Dalam Islam

Demokrasi Dalam Pandangan Islam – Pada abad ke 20, Demokrasi sudah menjadi salah satu isu yang banyak sekali diperbincangkan oleh masyarakat. Gejala yang paling terlihat dari berita itu adalah semakin banyaknya negara yang menganut sistem demokrasi.

Namun, bagaimanakah konsep demokrasi dalam islam yang sesungguhnya? Untuk mengetahui hal itu, yuk kita simak penjelasan mengenai Demokrasi dalam pandangan Islam.

Definisi Demokrasi Secara Umum

Istilah Demokrasi awalnya berasal dari bahasa Yunani Kuno pada abad ke 5 SM. Negara yang mengungkapkan kata tersebut umumnya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem pemerintahan yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern.

Namun, seiring berjalannya waktu pengertian demokrasi modern sudah mengalami perubahan sejak abad ke 18. Kata Demokrasi dalam bahasa Yunani terbagi menjadi dua kata yaitu Demos yang berarti rakyat dan Kratos yang artinya pemerintah.

Baca Juga : Demokrasi Parlementer

Demokrasi Dalam Islam

Sistem Demokrasi dijalankan dengan berpedoman pada kesepakatan bersama atau mengambil suara terbanyak sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Sistem demokrasi didalam dunia pemerintah sudah menjadikan kesepakatan bersama sebagai Undang-Undang yang wajib untuk dipegang teguh dan dilaksanakan oleh setiap masyarakatnya.

Namun sebaliknya, Allah sudah berfirman dalam surat Al-An’am yang artinya menjelaskan bahwa, yang bisa menatpkan hukum hanyalah Allah Swt. dan beliaulah sebaik-baiknya penetap hukum yang ada didunia.

Allah Swt. juga sudah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk tidak menyekutukan-Nya, dalam memutuskan segala sesuatu, terlebih lagi didalam menentukan hukum.

Nilai Demokrasi yang Bertentangan Dengan Islam

Jika berbicara mengenai Demokrasi yang ada didalam Islam, memang membutuhkan analisis yang sangat mendalam. Sebab menurut para ahli terdapat beberapa bagian yang bertentangan dengan ajaran Islam, yaitu :

1. Rakyat Pemegang Kedaulatan Tertinggi

Salah satu poin Demokrasi yang bertentangan dengan ajaran Islam yaitu terdapat falsafah yang menyatakan bahwa, rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Sementara didalam ajaran Islam tidak ada siapa pun yang bisa menandingi kekuasaan Allah Swt.

Sementara itu, sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, nilai demokrasi akan dianggap sah dalam sebuah keputusan selama hal tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama.

Termasuk dapat mengubah ketetapan yang sudah ditentukan oleh Allah Swt. sebelumnya, yang tentunya sangat bertentangan dengan ajaran islam. Namun, dibalik semua hal yang bertentangan, ada beberapa poin yang sejalan dengan ajaran Islam.

Baca Juga : Demokrasi Pancasila

2. Menjunjung Tinggi Kebebasan Berperilaku

Berhubungan dengan salah satu nilai yang menjunjung tinggi rasa kebebasan untuk berperilaku, hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Sebab didalam ajaran Islam perilaku manusia sudah ditetapkan dalam syariat-syariat demi kebagaikan semua umatnya. Pada saat Demokrasi memungkinkan adanya dukungan dari tindakan Homoseksual dan Perzinahan, tentunya dalam Islam sangat menentang tindakan tersebut.

3. Kebebasan Untuk Berpendapat

Dalam sistem pemerintahan ini, Demokrasi juga memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mengemukakan pendapatnya.

Meski didalam ajaran Islam juga sama-sama memberikan kebebasan untuk berpendapat, tetap saja Islam masih mementingkan bahwa pendapat tetap harus mengandung unsur kebenaran dan susai dengan Syariat Islam.

Demokrasi Menurut Para Ulama

Selain beberapa penjelasan yang ada diatas, terdapat beberapa pendapat mengenai Demokrasi yang diungkapkan oleh beberapa tokoh Ulama, yaitu sebagai Berikut :

1. Menurut Salim Ali Al-Bahnasawi

Dalam hal ini beliau sudah menjelaskan bahwa Sistem Demokrasi memiliki sisi baik dan sisi buruk yang perlu kita ketahui. Sisi baiknya adalah didalam sistem ini demokrasi mempunyai kedaulatan rakyat selama kedaulatan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Sedangkan, sisi buruknya adalah sistem demokrasi yang merujuk kepada sebuah sikap yang bisa menghalalkan segala cara, bahkan ke hal yang haram sekali pun sebab adanya kebebasan hak legislatif yang membuat hal ini terjadi.

2. Menurut Muhammad Imarah

Muhammad Imarah merupakan salah astu tokoh Ulama yang sangat menolak adanya sistem Demokrasi didalam sebuah Negara. Sebab, Sistem Demokrasi sangat bertentangan dengan pemerintahan Islam yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt. sebagai Pemegang Kekuasaan.

Baca Juga : Perbedaan Etika dan Moral

3. Menurut Al Madudi

Al Madudi merupakan sebuah tokoh Ulama yang sudah sangat tegas menentang sistem Demokrasi dalam suatu Negara. Karena didalam ajaran Islam, tidak pernah menetapkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

Sebab, didalam agama Islam sudah terdapat dalil yang sangat kuat untuk mengambil keputusan atas apa yang terjadi didalam dunia pemerintahan. Sementara itu, hukum Demokrasi dibentuk oleh manusia itu sendiri sehingga sifatnya adalah sekuler.

Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Islam?

Demokrasi Islam adalah filsafat politik yang selalu berusaha untuk menerapkan prinsip-prinsip Islam kedalam kebijakan publik dalam kerangka demokrasi.

Mengapa Sistem Demokrasi sangat bertentangan dengan ajaran Islam?

Sebab, sistem demokrasi ini tidak didasari dengan hukum yang merujuk kepada Allah Swt. tetapi sistem ini sudah menetapkan sumber hukumnya kepada rakyat beserta dengan para wakilnya.

Dalil apa saja yang didalamnya menjelaskan bahwa Demokrasi bertentangan dengan Islam?

1. Surat At-Tin Ayat 8.
2. Surat Al-Kahfi Ayat 26.
3. Surat Al-Maidah Ayat 50.
4. Surat Al-Maidah Ayat 44.
5. Surat As-Syura Ayat 21.
6. Surat An-Nisa Ayat 65.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini tentang Demokrasi Dalam Islam, semoga menambah wawasan baru untuk para pembaca