Daur Fosfor

Posted on

Daur Fosfor – Salah satu bagian yang termasuk kedalam jenis Biogeokimia yang memiliki peran sangat penting di dalam proses pembentukan antara bumi dan juga kehidupan.

Daur Fosfor

Sebab, Fosfor masuk ke dalam daftar dari 40 unsur yang dibutuhkan bagi kehidupan. Fosfor termasuk kedalam salah satu materi penyusun dari tubuh organisme yang didapatkan dari bumi. 

Sehingga, ada baiknya jika kita mengetahui dan juga memahami proses terjadinya Siklus Fosfor beserta dengan dampak baik serta buruknya bagi tubuh manusia.

Definisi Daur Fosfor

Daur atau Siklus Fosfor merupakan suatu proses di mana fosfat anorganik diubah menjadi fosfat organik dan kemudian secara terus-menerus dikembalikan ke fosfat anorganik tanpa adanya istirahat.

Dengan kata lain Siklus fosfor sering diartikan sebagai proses Biogeokimia yang mana fosfor dipindahkan melalui tiga lapisan yang terdiri dari Litosfer, Hidrosfer dan Biosfer. Unsur Fosfor merupakan sebuah nutrisi yang sangat penting di dalam proses kehidupan.

Fosfat ini merupakan komponen yang sangat penting dari molekul DNA dan juga bagian dari molekul yang menyimpan energi seperti ATP maupun ADP serta molekul lemak yang ada dalam membran sel.

Fosfor juga merupakan bahan sebagai penyusun bangunan yang berasal dari bagian-bagian tertentu seperti tulang dan juga gigi yang terjadi pada manusia serta hewan.

Tahapan Siklus Fosfor

Daur Fosfor

Siklus fosfor merupakan sebuah proses perpindahan fosfor yang terjadi di alam yang melibatkan beberapa tahap. Berikut ini merupakan tahapan yang dilalui oleh Fosfor, yaitu sebagai berikut :

1. Pelapukan Batuan

Sumber utama dari fosfor ini dapat kita jumpai di bebatuan, sehingga pada tahap yang pertama ini, siklus fosfor akan mengekstraksi fosfat melalui proses pelapukan yang terjadi pada bebatuan.

Proses Pelapukan tersebut umumnya terjadi secara alami, karena tahapan ini dipengaruhi oleh faktor cuaca, hujan serta erosi sehingga mengakibatkan fosfor dapat berpindah ke tanah.

Ketika batuan yang memiliki kandungan fosfat terkena dengan tetesan air hujan, maka batu tersebut akan melepaskan ion fosfat dan juga mineral lainnya agar terserap ke dalam tanah.

2. Penyerapan Tanaman dan Hewan

Setelah ion fosfat yang dilepaskan oleh bebatuan terserap kedalam tanah, fosfat tersebut akan digunakan oleh plantae, fungsi dan juga mikroorganisme yang ada disekitarnya.

Tumbuhan yang menyerap ion fosfat ini nantinya akan dikonsumsi oleh hewan yang tergolong sebagai herbivora. Kemudian, ketika hewan tersebut mati, maka bangkainya akan dimakan oleh hewan yang tergolong sebagai Karnivora.

3. Proses Dekomposisi oleh Dekomposer

Pada tahapan ini fosfor akan dikembalikan ke lingkungan atau alam menggunakan proses penguraian yang disebut sebagai dekomposisi.

Namun, Fosfor yang sudah terserap kedalam tumbuhan atau hewan kemudian akan diuraikan oleh dekomposer ketika plantae dan animalia tersebut mati, maka secara otomatis fosfat organik akan kembali ke tanah maupun air.

4. Mineralisasi

Pada tahap mineralisasi ini, Bakteri yang terdapat di dalam tanah akan memecah bahan-bahan organik tersebut ke bentuk yang lebih kecil agar dapat dengan mudah terserap oleh tanaman.

Fosfat yang terserap ke dalam tanah akan terus mengalir dan umumnya akan berakhir di sebuah saluran air maupun lautan serta bisa masuk ke dalam lapisan sedimen dari masa ke masa.

Baca Juga :
Daur Biogeokimia
Fungsi Mitokondria – Pengertian, Struktur, Fungsi dan Manfaatnya
Siklus Hidrologi – Pengertian, Proses, Macamnya, Gambar, Makalah

Sifat Unsur Fosfor

Pada dasarnya, Fosfor memiliki beberapa sifat, yaitu sifat fisika dan juga kimia. Berikut ini merupakan penjelasan dari

1. Sifat Fisika

Pada umumnya fosfor merupakan sebuah unsur yang tidak berwarna, namun terkadang dijumpai fosfat yang memiliki warna merah atau putih. Fosfor mempunyai titik didih sekitar 277 °C (550 °K) serta memiliki titik leleh sekitar 44,2 °C (317,3 °K).

Fosfat terbagi atas beberapa warna yang masing-masing memiliki massa jenis berbeda. Pada fosfat yang berwarna merah, massa jenisnya sekitar 2,34 g/cm3. Sedangkan, fosfor yang berwarna putih memiliki massa jenis sekitar 1,823 g/cm3, serta fosfor yang berwarna hitam sekitar 2,609 g/cm3.

Pada Fosfor murni umumnya tidak memiliki warna dan lebih cenderung transparan. Fosfor ini umumnya membentuk sebuah padatan putih yang lengket dan mempunyai berbau yang tidak sedap.

Fosfat putih biasanya akan lebih mudah untuk menguap dan juga larut di dalam pelarut benzena non-polar, sedangkan pada fosfor yang berwarna merah cukup sulit untuk larut dalam segala jenis pelarut.

2. Sifat Kimia

Pada sifat kimia ini Fosfor putih memiliki sifat yang sangat reaktif, mudah terbakar di udara, beracun dan dapat memancarkan cahaya. Fungsi fosfor ini adalah bahan baku utama dalam produksi asam fosfat di sektor industri.

Sebaliknya, fosfat merah memiliki sifat tidak reaktif dan tidak beracun. Fungsi fosfor merah ini adalah sebagai bahan campuran dalam bidang pembuatan korek api dan juga pasir halus.

Manfaat Adanya Fosfor

Berikut ini manfaat dari adanya Fosfor atau Fosfat dalam berbagai hal, yaitu diantaranya adalah :

  • Fosfor digunakan dengan sangat baik untuk proses kerja dalam tubuh, seperti metabolisme karbohidrat, lemak dan juga asam nukleat.
  • Fosfat adalah bahan yang sangat penting dalam pembuatan pupuk dan sering digunakan sebagai bahan peledak, kembang api, pasta gigi, deterjen, korek api, dan bahkan pestisida.
  • Secara biologis, fosfat mempengaruhi komponen nukleotida dan asam nukleat dalam pembentukan DNA dan juga RNA dalam tubuh.
  • Fosfor juga berguna sebagai zat penyangga bagi tubuh untuk mempertahankan homeostasis asam-basanya.
  • Fosfor baik untuk reaksi metabolisme tubuh, di mana energi akan dilepaskan dari tubuh oleh makhluk hidup.
  • Kode informasi organisme hidup juga dipengaruhi oleh adanya unsur fosfor.
  • Fosfor dapat menjadi deterjen serta pelembut air dan dapat mempertahankan korosi pipa.
  • Fosfor berguna sebagai komponen penting untuk sel-sel protoplasma serta jaringan tulang dan saraf.

F.A.Q

Dampak dari adanya Fosfor bagi manusia?

1. Pengaruh manusia pada siklus fosfor ini dapat dilihat dari dihasilkannya penggunaan pupuk buatan.
2. Tumbuhan mungkin tidak bisa menggunakan fosfat yang berbentuk sebuah pupuk. Maka, sebagian besar dari nutrisi yang ada akan hilang melewati air.

Siapa penemu dari Fosfor?

Fosfor atau fosfat merupakan istilah yang pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan yang berkebangsaan Jerman, bernama Hanning Brand yang dengan tidak sengaja menemukan fosfor sekitar tahun 1669.

Fosfor pertama kali ditemukan menggunakan cara?

Penemuan Fosfor dengan cara melakukan penyulingan air seni atau urin dengan memakai metode penguapan. Namun, Fosfor ini baru berhasil ditemukan setelah melakukan percobaan ini sebanyak 50 kali penguapan urin.

Nah, itu dia pembahasan ringkas mengenai Daur Fosfor (Siklus), semoga bermanfaat. Terimakasih