Cybercrime

Posted on

Cybercrime – Semakin berkembangnya teknologi di dunia, maka tak dapat dipungkiri lagi bahwa kejahatan yang terjadi dunia maya atau nyata yang sifatnya merugikan suatu pihak juga semakin merajalela.

Cyber Crime

Tindak kejahatan melalui jaringan internet sendiri biasanya berkaitan dengan privasi yang dimiliki oleh seseorang, baik itu berupa pencurian dokumen penting, Hacker, hingga hal-hal lainnya yang sudah pasti dapat merugikan korbannya.

Para pelaku tindak kejahatan yang terjadi melalui jaringan internet atau dunia maya dapat disebut sebagai Hacker. Namun, perlu diingat juga bahwa kejahatan dunia maya bukan hanya seorang peretas saja, ada banyak jenis cybercrime yang mungkin tidak Anda ketahui.

Dalam kesempatan yang baik ini, kita akan menyimak secara bersama-sama mengenai Cybercrime beserta dengan hal-hal yang ada didalamnya. Yuk simak penjabarannya…

Definisi Dari Cybercrime

Cyber crime atau yang lebih dikenal dengan kejahatan dunia maya merupakan suatu tindakan atau aktivitas ilegal yang dilakukan oleh seseorang melalui sistem daring atau jaringan komputer guna memperoleh keuntungan, namun merugikan pihak yang lainnya.

Kejahatan dunia maya (Cybercrime) ini dapat dilakukan melalui berbagai macam cara serta dengan tujuan yang bermacam-macam pula. Secara umum, kejahatan ini dilakukan oleh orang-orang yang mengerti, memahami dan juga menguasai ilmu dalam bidang komputer.

Menurut sumber yang ada, cyber crime sudah muncul dari tahun 1988. Nah, di masa itu, kejahatan dunia maya ini lebih dikenal juga dengan julukan Cyber Attack.

Jenis – Jenis dan Contoh Cyber crime

Cyber Crime

Di bawah ini terdapat berbagai macam bentuk dan jenis dari Cyber crime atau Kejahatan Dunia Maya yang banyak terjadi, yaitu diantaranya adalah :

1. Pencurian Data

Data theft atau pencurian data adalah salah satu tindakan ilegal yang dilakukan dengan cara mencuri data seseorang melalui sistem komputer guna kepentingan pribadi atau dipasarkan dengan cara menjual data dari hasil curian tersebut kepada pihak lainnya.

Biasanya, aktivitas pencurian data tersebut mengarah terhadap tindakan pelanggaran atau penipuan yang dilakukan secara online.

2. Akses ilegal

Unauthorized Access atau Akses ilegal merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab agar dapat menyusup atau masuk ke dalam sebuah jaringan komputer tanpa adanya izin atau sepengetahuan dari pemiliknya.

Karena alasan ini, maka para korbannya biasanya akan kehilangan data-data penting yang mereka miliki. Tidak jarang, tindakan ini juga merupakan langkah maju menuju elemen-elemen tertentu untuk melakukan penipuan dengan cara menggunakan nama si pemilik account.

3. Hacking dan Cracking

Hacking diartikan sebagai tindakan menerobos atau membuka paksa program yang terdapat dalam komputer milik pihak lain.

Pelaku atau yang dikenal juga dengan hacker umumnya mempunyai keahlian untuk membuat dan juga membaca program tertentu serta terobsesi untuk mengamati keamanannya.

Seorang Hacker sebenarnya tidak selamanya memiliki efek yang buruk, sebab di beberapa kasus terdapat juga tindakan hacking yang memiliki efek positif. Namun, kemampuan ini sering disalahgunakan oleh hacker demi mendapat keuntungan pribadi dengan cara merugikan orang lain.

4. Carding

Carding atau yang lebih dikenal dengan penyalahgunaan dari kartu kredit ini merupakan suatu kegiatan berbelanja namun memakai nomor dan juga identitas dari kartu kredit yang dimiliki oleh orang lain.

Hal ini tentunya dilakukan secara ilegal dan juga data dari kartu kredit umumnya bisa diperoleh melalui kegiatan pencurian yang dilakukan melalui media internet.

5. Defacing

Defacing merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan cara merubah halaman website yang dimiliki oleh orang lain.

Pada kasus ini, yang sangat sering ditemukan, umumnya pelaku melakukan hal tersebut hanya untuk iseng-iseng saja, unjuk kemampuan dapat menciptakan program bahkan berniat jahat untuk mengambil data seseorang dan menjualnya kepada orang lain.

Baca Juga :
Penyimpangan Sosial
Nilai Pendidikan Karakter
Contoh Norma Hukum

6. Cybersquatting

Cybersquatting atau dikenal juga dengan sebutan perebutan domain name yang termasuk kedalam jenis dari Cybercrime dan termasuk ke dalam kategori pembajakan domain (domain hijacking).

Biasanya tindakan kejahatan yang satu ini dilakukan dengan cara mendaftarkan nama domain dari suatu perusahaan atau nama dari pihak lain.

Hasil dari kejahatan ini umumnya akan dijual kepada pihak lainnya dengan harga yang terbilang jauh lebih mahal. Si Pelaku dari tindakan ini akan selalu berusaha agar dirinya memperoleh keuntungan dengan cara merugikan pihak yang menjadi korban.

7. Cyber Typosquatting

Kesalahan ketik komputer atau yang lebih dikenal dengan Cyber Typosquatting adalah tindakan kejahatan untuk menciptakan permainan kata-kata yang menyerupai nama domain dari orang lain.

Salah satu tujuan dari adanya tindakan kejahatan ini adalah untuk menghancurkan domain asli dari korbannya melalui kegiatan penipuan atau kebohongan yang dilakukan kepada publik.

8. Penyebaran Konten Ilegal

Penyebaran Konten ilegal ini merupakan tindakan yang dilakukan untuk menyebar sebuah konten yang isinya mengenai informasi maupun data yang tidak benar, tidak etis serta dapat melanggar hukum.

Contoh kasus dari jenis tindakan kejahatan ini biasanya terdapat banyak sekali, beberapa contoh diantaranya yang kerap kali kita temukan di media sosial yaitu berita yang mengandung unsur hoax serta konten yang didalamnya terdapat unsur pornografi.

9. Malware

Malware adalah sebuah program di dalam komputer yang bertugas untuk mencari kelemahan dari software pada komputer tersebut. Umumnya, malware ini digunakan untuk menghack ataupun merusak sistem operasi (software).

Tindak kejahatan Malware ini memiliki banyak sekali macamnya, beberapa diantaranya yang sering kita jumpai yaitu misalnya seperti virus, worm, trojan, adware, horsebrowser hijacker, dan masih banyak lainnya.

Sekalipun perlindungan antivirus atau anti spam tersebar luas, Anda masih perlu waspada untuk menghindari kejahatan malware, karena pelakunya sangat kreatif dan juga terus berusaha untuk menghasilkan program yang membahayakan korbannya.

10. Cyber Terrorism

Kejahatan yang terjadi di dunia maya dapat dikategorikan sebagai cyber terrorism apabila sudah mengancam keamanan pemerintahan. Para pelaku yang melakukan tindakan cyber terrorism umumnya akan melakukan hacking pada website pemerintah ataupun militer.

Metode yang Digunakan Cybercrime

Ketika ingin melakukan tindakan kejahatannya, para pelaku dari cyber crime ini umumnya sudah mempunyai metode tersendiri guna melancarkan aksi yang dilakukannya.

Metode yang mereka gunakan pun sangat beragam, berikut ini merupakan beberapa metode yang digunakan pelaku Cyber Crime secara umum, yaitu :

1. Password Cracker

Metode yang satu ini sering disebut sebagai kegiatan pencurian ataupun peretasan password dari akun orang lain dengan memanfaatkan bantuan dari suatu program yang dapat membuka enkripsi password.

Umumnya, media internet yang paling sering di Hacker adalah akun media sosial, seperti facebook, Instagram dan lainnya.

2. Spoofing

Spoofing merupakan sebuah metode yang dilakukan dengan cara memalsukan identitas atau data informasi yang dimiliki oleh seseorang dengan tujuan agar si pelaku dapat login ke dalam akun dari si pemilik layaknya seperti user aslinya.

3. Distributed Denial of Attacks (DDoS)

DDoS merupakan metode yang dilakukan dengan cara menyerang sever atau komputer yang terhubung dalam suatu jaringan internet. Metode ini dapat menguras habis sumber daya yang tersedia di server, dan menyebabkan perangkat tidak melakukan fungsinya dengan benar seperti sebelumnya.

4. Sniffing

Sniffing adalah metode yang digunakan untuk mencuri username dan juga password yang dimiliki oleh pihak lain. Apabila akun si pemilik sudah dikuasai oleh pelaku cyber crime, maka mereka dapat melakukan tindakan apa saja dengan cara mengatasnamakan pemilik dari akun aslinya.

5. Destructive device

Destructive device adalah sebuah program atau software yang didalamnya mengandung virus. Si pelaku umumnya mempunyai tujuan untuk menghancurkan atau merusak data yang ada dalam sebuah komputer korban. Beberapa isi dari program tersebut umumnya yaitu worms, nukes, trojan horse, email bombs, dan lain sebagainya.

F.A.Q

Bagaimana cara menangani Cyber Crime?

1. Selalu gunakan perangkat lunak keamanan terbaru.
2. Buat kata sandi yang aman.
3. Instal perangkat lunak antivirus.
4. Buat data atau informasi cadangan.
5. Gunakan fitur keamanan untuk situs web Anda.

Tujuan dari Cybercrime adalah?

Tujuan dari melakukan Cybercrime yaitu untuk menyerang berbagai fasilitas umum yang ada di dalam cyberspace atau milik pribadi, selain untuk mengambil data dan juga informasi pendukung lainnya, tak jarang juga sistem yang dituju juga mereka ambil alih, atau bahkan mereka rusak.

Apa saja contoh kasus kejahatan dari Cybercrime?

1. Memalsukan akun media sosial seseorang.
2. Menghack akun kartu kredit seseorang.
3. Memalsukan data diri dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi yang dapat merugikan korbannya.

Sekian ulsan yang terdapat diatas dalam penjabaran kali ini, semoga membantu readers untuk mempelajarinya.

Related posts: