Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Posted on
Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat – Apakah kalian sudah mengetahui mengenai Kalimat Majemuk? Ya, Kalimat Majemuk adalah jenis kalimat yang terbentuk dari dua klausa yang memiliki hubungan makna antara kalimat yang satu dengan yang lainnya.

Apabila dilihat berdasarkan dengan hubungan antar klausanya, Kalimat ini dibedakan menjadi beberapa macam, dan salah satunya yang akan kita bahas kali ini yaitu Kalimat Majemuk Bertingkat berserta hal-hal yang ada didalamnya.

Definisi Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat Majemuk Bertingkat adalah sebuah penggabungan antara dua klausa atau lebih dimana kedudukannya terdapat unsur yang bertingkat.

Induk kalimat yang terdapat didalam kalimat ini bisa berdiri sendiri, sebab kalimat ini merupakan sebuah inti dari kalimat yang akan dijelaskan. Sedangkan, anak kalimat tidak bisa berdiri sendiri, sebab kalimat ini merupakan pelengkap dari inti kalimat.

Baca Juga : Contoh Kalimat Majemuk

Karakteristik Multilevel Compound Sentences

Supaya kalian lebih mudah untuk memahami kalimat majemuk bertingkat tersebut, berikut ini terdapat beberapa karakteristik yang perlu kalian perhatikan, yaitu antara lain :

  • Klausa yang terdapat didalam jenis kalimat ini terdiri dari induk dan anak kalimat.
  • Induk kalimat merupakan inti dari kalimat yang akan dijelaskan, sedangkan anak kalimat merupakan pelengkap dari inti kalimat.
  • Jika klausa yang terdapat pada kalimat ini dipisahkan, maka kalimat majemuk bertingkat ini tidak akan memiliki makna.
  • Kalimat ini lebih sering menggunakan konjungsi seperti “ketika“, “jika“, “walaupun“, “bahwa“, “sebab“, “sehingga“, “bagaikan” dan lain sebagainya.

Macam – Macam Kalimat Majemuk Bertingkat

Berdasarkan dengan konjungsi yang digunakan didalamnya, kalimat majemuk bertingkat ini dibagi menjadi beberapa macam, yaitu diantaranya adalah :

1. Hubungan Waktu

Klausa Hubungan Waktu ini adalah sebuah kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya memiliki hubungan waktu dengan induk kalimat. Kalimat ini ditandai dengan penggunaan konjungsi seperti ketika, sejak, sebelum, sesudah, tatkala, dan lain sebagainya.

Misalnya :

  • Saya sedang mandi, ketika ayah ku pulang kerja.
  • Kehidupannya menjadi berubah derastis, sejak ia bekerja sebagai Wakil Direktur dikantornya.
  • Kak Lita berkata kepada Ibu akan pulang sebelum maghrib.

2. Hubungan Syarat

Klausa Hubungan Syarat ini adalah sebuah kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya memiliki keterkaitan syarat dengan induk kalimat. Umumnya menggunakan konjungsi seperti jika, apabila, misalkan, seandainya, asalkan dan lainnya.

Misalnya :

  • Ayah berkata akan segera pulang apabila hujan sudah reda.
  • Kita akan berangkat sesegera mungkun, jika semua peserta sudah berkumpul.
  • Aku tidak akan pernah mau mengikuti semua saranmu, seandainya aku tahu dari awal bahwa kamu adalah seorang penipu.

3. Hubungan Tujuan

Klausa Hubungan Tujuan ini adalah sebuah kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya menyatakan sebuah tujuan dari pola induk kalimat. Umumnya kalimat ini dihubungkan denga kata agar, supaya, biar dan lainnya.

Misalnya :

  • Kinar sengaja tidur sejak tadi sore agar dia bisa bangun pagi.
  • Warga Desar Mekar Wangi bergotong royong membersihkan selokan supaya ketika musim hujan tiba, desa mereka tidak terendam banjir.
  • Tita sudah mengerjakan PR sejak tadi malam agar besok dia tidak kelupaan.

4. Hubungan Konsesif

Hubungan Konsesif adalah kalimat majemuk ini mempunyai anak kalimat yang menyatakan hubungan pertentangan dengan induk kalimatnya. Umumnya kalimat ini menggunakan kata hubung seperti walaupun, meskipun, biarpun, sungguhpun dan lainnya.

Misalnya :

  • Wanita itu makhluk yang mudah tersenyum, meskipun didalam hatinya sedang bersedih.
  • Ayah pulang dengan basah kuyup, walaupun sudah menggunakan jas hujan.
  • Tidak ada yang percaya dengan apa yang ia katakan, sungguhpun ia tidak berbohong.

5. Hubungan Pengandaian

Hubungan pengandaian adalah kalimat majemuk ini mempunyai anak kalimat yang menyatakan hubungan pengandaian dengan induk kalimatnya. Umumnya ditandai dengan konjungsi, seperti seolah-olah, seakan-akan dan lainnya.

Misalnya :

  • Hatinya terasa sangat perih seakan-akan disiram dengan air garam.
  • Pak Guru membacakan amanat upacara dengan tegas seolah-olah ia adalah seorang proklamator.
  • Anak bayi itu tersenyum seolah-olah ia mengerti apa yang dikatakan oleh kakaknya.

Baca Juga : Contoh Kalimat Majemuk Setara

6. Hubungan Cara

Hubungan cara adalah jenis kalimat majemuk yang anak kalimatnya menyatakan hubungan cara dengan induk kalimatnya. Umumnya ditandai dengan kata seperti dengan.

Misalnya :

  • Perampok itu dapat masuk rumah mewah tersebut dengan mendongkel pintu yang ada dibelakang rumah.
  • Nia mengepel lantai rumahnya dengan menggunakan lap pel yang baru dibeli oleh ibunya.
  • Dengan begini semua pekerjaan yang ia kerjakan dapat terselesaikan dengan baik.

7. Hubungan Penjelas

Hubungan Penjelas adalah sebuah kalimat majemuk yang memiliki anak kalimat yang menjelaskan makna dari induk kalimatnya. Umumnya kalimat ini menggunakan kata, seperti bahwa dan juga bahkan.

Misalnya :

  • Kemarau tahun ini terbilang sangat lama, bahkan lebih lama dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
  • Pak Ratno mengatakan kepada ku bahwa ibu ku masuk rumah sakit.
  • Nina berkata kepada wali kelasku bahwa dia tidak masuk kesekolah hari ini dan dua hari kedepan.

8. Hubungan Pertentangan

Hubungan Pertentangan adalah sebuah kalimat majemuk yang anak kalimatnya memiliki makna bertentangan dengan induk kalimatnya. Umumnya kalimat ini menggunakan kata, seperti padahal, faktanya, kenyataannya dan lainnya.

Misalnya :

  • Wakil Presiden itu hidup sangat sederhana padahal dia memiliki harta yang banyak.
  • Asap rokok dapat merusak kesehatan, faktanya masih banyak orang yang merokok.
  • Ibu berkata bahwa kami harus hemat uang jajan, kenyataannya ibu selalu berbelanja barang mewah setiap minggu.

9. Hubungan Akibat

Kalimat majemuk ini mempunyai anak kalimat yang didalamnya menyatakan sebuah hubungan sebab akibat dengan induk kalimatnya. Umumnya kalimat ini menggunakan kata seperti, akibatnya, sehingga, sampai-sampai, maka, dan oleh karena itu.

Misalnya :

  • Lampu merah diperempatan jalan Protokol itu mati sehingga arus lalu lintas menjadi kacau balau.
  • Ulia adalah anak tungal dari kedua orang tuanya, oleh karena itu dia sangat dimanja dengan ayah dan ibunya.
  • Liro suka begadang akibatnya dia sering terlambat berangkat ke kantor.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Setelah menyimak beberapa penjabaran yang ada diatas, agar lebih memahaminya kalian perlu memperhatikan beberapa contoh dari kalimat ini, diantaranya adalah :

  1. Ketika sedang bermain kejar-kejaran, Lila terjatuh dan pingsan tidak sadarkan diri.
  2. Anak tukang tempe keliling itu menjadi viral, sejak ia menjuarai lomba cerdas cermat tingkat nasional.
  3. Kakak berjanji akan segera pulang ketika hujan mulai reda.
  4. Mila menambhakan beberapa aksesoris rambut agar terlihat lebih cantik.
  5. Setiap hari minggu Nini mencuci sepatunya supaya terlihat lebih bersih.
  6. Ibu menyiapkan ayah jas hujan agar tidak basah ketika berangkat kekantor.
  7. Seandainya saja waktu bisa diulang, aku tidak akan mau melakukan hal tersebut.
  8. Aku rela melakukan apa saja aslakan dia bahagia bersama ku.
  9. Berdiam diri dirumah llebih baik daripada harus membicarakan orang lain diluar rumah.
  10. Lukisan pemandangan itu sangat cantik seperti aslinya.

Baca Juga : Contoh Kalimat Majemuk Campuran

Apa itu Kalimat Majemuk Bertingkat?

Kalimat Majemuk Bertingkat adalah sebuah penggabungan antara dua klausa atau lebih dimana kedudukannya terdapat unsur yang bertingkat.

Apa saja unsur yang terdapat didalam Kalimat Majemuk Bertingkat?

Terdapat dua unsur didalam Kalimat ini yaitu Induk kalimat yang merupakan inti dari kalimat yang akan dijelaskan, sedangkan anak kalimat merupakan pelengkap dari inti kalimat tersebut.

Apa saja konjungsi yang terdapat didalam Kalimat Majemuk Bertingkat ini?

Kalimat ini menggunakan konjungsi seperti “ketika“, “jika“, “walaupun“, “bahwa“, “sebab“, “sehingga“, “bagaikan” dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga membantu kalian untuk memahami Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat beserta Macam-macamnya..