Contoh Cerita Rakyat

Posted on

Contoh Cerita Rakyat – Pada kesempatan yang sebelumnya, Rumus.co.id sudah menjabarkan mengenai Cerita Rakyat beserta dengan hal-hal yang berkaitan didalamnya secara rinci.

Contoh Cerita Rakyat

Nah, dalam pembahasan kali ini, Rumus.co.id akan memberikan beberapa contoh dari Cerita Rakyat yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Namun, sebelum kita menuju ke contoh tersebut, ada baiknya jika kita mengingat apa itu Cerita Rakyat?

Cerita Rakyat sering diartikan sebagai sebuah legenda atau asal usul yang terjadi dalam suatu daerah serta berkembang di lingkungan masyarakat tertentu hingga saat ini.

Contoh Cerita Rakyat

Cerita Rakyat sampai saat ini masih menjadi salah satu cerita yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Berikut ini merupakan beberapa Contoh dari Cerita Rakyat, yaitu :

#Contoh 1 :

Malin Kundang

Contoh Cerita Rakyat

Dahulu kala, di sebuah perkampungan, hiduplah seorang janda miskin bersama dengan anak tunggalnya yang bernama Malin Kundang. Setiap hari janda tersebut hanya bekerja sebagai seorang nelayan.

Penghasilan yang ia tak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka berdua, sehingga mereka selalu hidup di dalam kekurangan. Hari demi hari mereka lewati dengan kondisi perekonomian yang sama.

Saat ini Malin Kundang sudah beranjak dewasa, dan ia memutuskan untuk mengadu nasibnya di kota besar. “Bu, izinkan Malin untuk pergi ke kota ya?Barangkali dengan cara Malin pergi ke kota, aku dapat menaikkan derajat kita, bu,” ucap Malin sebelum ia pergi ke kota.

Dengan rasa sedih, ibunya pun mengizinkan Malin untuk mengadu nasib ke kota. Setelah kepergian Malin, saat ini ibunya benar-benar menjadi perempuan tua kesepian.

Selama kepergiannya ke kota, ibunya senantiasa memikirkan bagaimana keadaan anaknya di sana. Ia jadi sering sakit-sakitan, sementara itu Malin tidak pernah mengirimkan sepucuk surat pun kepada Ibunya.

Beberapa tahun berlalu, saat ini Malin sudah menjadi seorang saudagar yang kaya. Malin mempunyai banyak kapal dimana-mana. Hidupnya kini sudah tidak susah lagi, bahkan ia sudah menikah dengan gadis bangsawan yang sangat cantik.

Pada suatu hari, Malin hendak melihat-lihat keadaan di desanya, sebab setelah kepergiannya ke kota ia tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di tanah kelahirannya. Malin pulang kampung bersama dengan istri dan juga pekerjanya.

Tak lupa, Ia juga membawa banyak sekali uang yang nantinya akan dibagi-bagikan kepada penduduk desa tersebut. Kini Malin sudah sampai di kampung halamannya. Dengan sombongnya ia membagi-bagikan uang yang ia bawa kepada para penduduk.

Penduduk yang ada di desa itu pun sangat senang. Namun, di antara kerumunan penduduk ada yang mengenalinya, yaitu tetangganya sendiri. Tak lama kemudian, orang itu pergi ke rumah Malin, hendak menyampaikan kabar gembira ini kepada Ibu Malin.

“Amak, apakah kamu sudah tahu, bahwa anakmu Malin Kundang saat ini sudah menjadi saudagar kaya.” seru tetangga tersebut. “Tunggu dulu, dari mana kau tahu bahwa anakku sudah menjadi orang kaya? Selama ini aku tidak pernah mendapatkan kabar darinya,” ucap ibu Malin dengan terkejut.

“Aku baru saja melihat anakmu membagi-bagikan uang di dermaga. Sekarang ayo kita pergi ke dermaga. Dia sekarang terlihat sangat tampan, dan istrinya pun sangat cantik rupawan,” ucap tetangganya tersebut.

Mendengar kabar tersebut matanya pun berkaca-kaca. Ia sangat merindukan anak semata wayangnya yang selama beberapa tahun ini tidak pulang. Tanpa berpikir lagi ia pun berlari menuju dermaga dan benar saja, ia melihat Malin bersama istrinya yang sangat cantik.

Ibunya langsung mendekati anaknya sambil berkata “Malin anak ku, kau akhirnya pulang juga, Nak,”. Malin terkejut melihat ibunya. Tetapi, ia malu untuk mengakui ibunya yang mengenakan pakaian sangat lusuh itu.

Dia bingung harus bagaimana menjelaskan kepada istrinya mengenai semua kebohongannya. “Kau bilang pada ku, bahwa ibumu sudah meninggal. Apakah benar wanita tua ini ibumu?” tanya sang istri yang kebingungan.

“Bukan, dia bukan ibuku, dia hanya pengemis yang mengaku sebagai ibuku.” seru Malin tanpa memikirkan perasaan ibunya. Mendengar hal itu, ia langsung meneteskan air mata menahan sesak di dada.

“Mengapa kau lupa dengan Ibu kandung mu Malin. Hatimu benar-benar sekeras batu. Maka, saat ini juga kau akan aku kutuk menjadi batu. Kau anak durhaka.” kutukan ibunya kepada Malin.

Saat itu juga, angin bertiup sangat kencang dan hujan turun sangat lebat. Mendengar Ibunya mengucapkan sumpah, Malin sangat ketakutan, ia minta ampun kepada Ibunya. Tetapi, karena sudah sakit hati ia tidak menggubrisnya. Saat petir menyambar, dan saat itu pula Malin menjadi batu.

Baca Juga :
Contoh Cerita Fabel
Contoh Cerita Fiksi
Cerita Rakyat

#Contoh 2 :

Jaka Tarub

Contoh Cerita Rakyat

Di sebuah perkampungan, hiduplah seorang janda yang bernama Mbok Rondo, dia tinggal bersama anak angkatnya yang bernama Jaka Tarub. Saat ini Jaka sudah tumbuh menjadi pemuda dewasa yang sangat tampan dan gemar berburu.

Pada suatu hari, saat Jaka sedang berburu di tepi sungai dalam hutan, ia mendengar ada suara wanita dari sungai tersebut. Namun suaranya kurang jelas, karena terhalang oleh dedaunan. Dengan penasarannya, Jaka akhirnya mendekati sumber suara tersebut secara diam-diam.

Jaka sangat terkejut sebab, ia melihat 7 gadis cantik yang sedang bermain-main di sungai. Ia juga melihat ada beberapa selendang yang diletakkan di tepi sungai. Kemudian, Jaka mengambil salah satu selendang itu secara diam-diam.

Ke-7 gadis tersebut yang ternyata bidadari, mereka hendak pulang ke kayangan. Namun, salah satu diantara mereka sedang kebingungan, karena tidak dapat menemukan selendangnya dimanapun.

Keenam bidadari tersebut tidak bisa berbuat apa-apa dan meninggalkan bidadari yang kehilangannya selendangnya itu. Melihat keenam bidadari tersebut pergi, Jaka mendekati bidadari itu dan ternyata bernama Dewi Nawang Wulan.

Akhirnya dengan terpaksa ia harus menceritakan semuanya kepada Jaka. Wulan tidak memiliki pilihan lain, dan ia memutuskan untuk ikut ke rumah Jaka. Hari demi hari berlalu, akhirnya mereka menikah dan memiliki seorang anak.

Mau bagaimanapun Wulan terlahir sebagai bidadari, hal ini yang membuatnya memiliki kelebihan. Salah satunya yaitu bisa membuat satu butir beras menjadi sebakul nasi.

Asal tidak ada seorangpun yang mengetahui hal tersebut, hal ini yang menyebabkan Wulan melarang suami dan anaknya untuk tidak membuka tanakan nasi saat ia sedang memasaknya.

Namun, dilanda penasaran, akhirnya Jaka memutuskan untuk membuka tanakan nasi itu dan betapa terkejutnya ia, bahwa didalamnya hanya terdapat satu butir beras. Setelah melihat hal itu, Jaka bertanya kepada sang istri.

Saat itu juga kesaktian yang dimiliki oleh Wulan menghilang. Sebab, semua rahasianya sudah diketahui, sehingga saat ini ia menjadi manusia biasa. Akhirnya dengan susah payah Wulan menyiapkan kebutuhan sehari-hari.

Dengan susah payah ia mengambil padi di lumbung dan menumbuknya. Semakin hari, padi yang ada di lumbung semakin sedikit. Suatu ketika, saat Wulan hendak mengambil padi, ia menemukan sebuah kain yang tertimbun di antara butiran padi.

Dengan penasarn, Wulan mengambil kain tersebut dan betapa terkejut sekaligus gembira, karena itu ternyata selendang miliknya. Kini dia bisa kembali ke kayangan dan berkumpul dengan saudaranya. Namun, ia juga merasa sedih jika harus meninggalkan keluarganya.

Namun, tak ada pilihan lain, dia harus tetap pergi meninggalkan Jaka Tarub, Dewi Nawang Wulan berpesan kepada suaminya agar membuat sebuah danau di dekat rumahnya sebelum ia kembali ke kayangan.

#Contoh 3 :

Batu Menangis

Dahulu kala, tinggallah janda miskin bersama dengan anak gadisnya di sebuah desa yang terdapat di Kalimantan. Anak gadis dari janda ini memiliki paras yang sangat cantik. Namun, ia memiliki perilaku yang sangat buruk serta manja.

Suatu hari, janda miskin dan anak gadis tersebut pergi untuk berbelanja ke pasar di desa. Selama di perjalanan, banyak yang bertanya kepada gadis tersebut mengenai siapa yang sedang berjalan di belakangnya itu. 

Awalnya, gadis itu mengatakan bahwa ibunya adalah pembantunya, dan pada jawaban yang kedua ia mengungkapkan bahwa ibunya adalah budaknya. Gadis itu mengatakan hal tersebut tidak hanya satu atau dua kali, namun berulang kali.

Sehingga, setiap ada orang yang bertanya tentang ibunya, ia selalu saja menjawab hal yang tidak sesuai dengan fakta. Semakin lama diperlakukan seperti itu, ibunya semakin tidak tahan dengan kelakuan dari anaknya tersebut.

Dengan hati yang sedih dan kecewa, kemudian janda itu berdoa kepada Tuhan agar anaknya memperoleh hukuman yang setimpal. Tak lama kemudian, angin kencang dan petir menyambar, saat itu juga sang anak secara perlahan-lahan berubah menjadi sebuah batu.

Kemudian, anak durhaka tersebut memohon ampun ketika hampir setengah dari tubuhnya berubah menjadi batu. Akan tetapi, sudah terlambat untuk meminta maaf sebab pada akhirnya ia berubah menjadi batu menangis.

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Cerita Rakyat?

Cerita Rakyat sering diartikan sebagai sebuah legenda atau asal usul yang terjadi dalam suatu daerah serta berkembang di lingkungan masyarakat tertentu hingga saat ini.

Ciri utama dari Cerita Rakyat adalah?

1. Cerita ini disampaikan secara turun-temurun dan tradisional.
2. Tak ada satu orang pun yang mengetahui siapa pertama kali yang membuat cerita ini.
3. Penuh dengan pesan moral dan nilai luhur.

Unsur-unsur yang terdapat di Cerita Rakyat?

1. Tema
2. Alur
3. Latar Cerita
4. Penokohan
5. Bahasa
6. Sudut Pandang
7. Amanat atau pesan moral

Sekian informasi yang dapat Rumus.co.id sampaikan pada pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.