Cerpen Pendidikan

Posted on

Cerpen Pendidikan – Cerpen bukanlah hal yang asing lagi bagi kita semua. Sebab, di bangku sekolah menengah pertama, materi mengenai cerpen ini sudah diajarkan. Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu jenis prosa yang berbentuk naratif fiktif.

Apabila dibandingkan dengan jenis karya fiksi lainnya, cerita pendek memiliki bentuk yang lebih singkat, padat dan langsung keintinya. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa contoh Cerpen Pendidikan.

Cerpen Pendidikan

Definisi Cerpen Pendidikan

Cerpen pendidikan adalah salah satu jenis cerita yang dibuat dengan tujuan untuk memberikan pesan moral kepada para pembacanya. Cerita ini sangat cocok untuk diceritakan pada saat ingin menyindir seseorang.

Karakteristik Cerpen Pendidikan

Terdapat beberapa ciri-ciri yang ada didalam Cerpen ini agar kalian dapat dengan mudah membedakannya dengan jenis cerpen yang lainnya, yaitu seperi berikut ini :

  • Umumnya cerpen ini memiliki jumlah kata yang kurang dari 10.000.
  • Secara umum cerpen pendidikan harus bersifat mendidik atau memberikan pesan moral kepada para pembacanya.
  • Cerpen jenis ini juga sangat sering digunakan untuk menyindir seseorang.
  • Secara umum cerpen ini bersifat fiktif.
  • Hanya memiliki satu alur saja, yaitu alur tunggal.
  • Tema yang dibahas umumnya berasal dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Cara Membuat Cerpen

Contoh Cerpen Pendidikan

Setelah menyimak penjelasan yang ada diatas, untuk lebih memahaminya lagi kita dapat melihat beberapa contoh cerpen pendidikan yang ada dibawah ini :

Contoh 1 : Indahnya Kejujuran

Pada saat Ujian kelas 6 SD aku tidak begitu paham mengenai mukjizat dari kejujuran. Kegiatan menyontek kulakukan hanya pada saat pelajaran matematika saja. Akhirnya pengumuman kelulusan pun tiba, aku dan teman-teman sangat tegang menunggu hasil Ujian diumumkan.

Ketika Kepala Sekolah menyatakan bahwa kami semua lulus, semua siswa sangat senang mendengar hal itu. Saat ini hanya tinggal menunggu Ijazah keluar untuk mengetahui nilai ujian.

Setelah menunggu satu bulan Ijazah SD pun kuterima, pada saat itu aku telah duduk di bangku SMP. Ternyata hasil ujian Matematika ku sangat jelek, aku hanya mendapat nilai 4,0. Sedangkan nilai teman-temanku yang lainnya tinggi.

Saat itu juga aku merenung, dan baru ingat dulu aku mencontek saat Ujian pelajaran Matematika. Kemudian yang aku dapatkan dari hasil mencontek adalah nilai yang sangat buruk.

Sedangkan mata pelajaran lain yang aku kerjakan dengan mengandalkan kemampuanku mendapat hasil yang sangat baik. Kemudian hal ini kuterapkan saat Ujian di SMP.

Saat itu aku niatkan untuk jujur dalam mengerjakan soal Ujian, aku tidak ingin mengulangi kesalahan ku ketika di SD. Pada saat itu materi yang sudah kupelajari dan yang guruku ajarkan di kelas semuanya keluar.

Aku mulai menuliskan jawaban dengan tenang dan tanpa ada keraguan. Akhirnya pelaksanaan Ujian Nasional pun berakhir, saat ini hanya tinggal menunggu hasilnya keluar.

Sekitar satu minggu, akhirnya pengumuman kelulusan pun tiba. Ketika Kepala Sekolah membacakan hasil Ujian Nasional dari lima siswa yang memperoleh nilai tertinggi, semua siswa tegang menunggu hasilnya dibacakan.

Bapak Kepala Sekolah membacakan satu per satu siswa yang mendapat peringkat lima besar paralel, hingga tepat pada pembacaan siswa yang meraih peringkat pertama. Dan yang meraih peringkat pertama adalah “Ananda Sila Ardila”, mendengar hal itu aku sangat terkejut dan bahagia.

Teman-teman ku memberikan selamat padaku, lalu bapak Kepala Sekolah mengatakan bahwa yang meraih peringkat pertama akan mendapatkan beasiswa untuk sekolah di luar kota.

Aku sangat bahagia mendengar hal itu, pandangan ku tentang kejujuran itu memang benar “kalau jujur itu akan membawa bahagia, walaupun awalnya harus sesulit itu.”

Baca Juga : Cerpen Cinta

Contoh 2 : Tekun Belajar

Hari ini adalah hari senin yang sangat cerah, setelah selesai melaksanakan upacara bendera, semua siswa memasuki kelas masing-masing untuk mendapatkan pelajaran dari guru masing-masing.

Hari ini, terdapat beberapa pelajaran yang harus didapatkan oleh siswa kelas V A, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PPKN dan juga Matematika. Sedangkan, Mata pelajaran yang pertama adalah matematika.

Pak guru meminta kepada muridnya untuk mengerjakan soal halaman 5 sampai halaman 6. Ketika semua siswa sedang mengerjakan tugas tersebut, suasana kelas menjadi sangat sunyi.

Setelah soal yang diberikan selesai dikerjakan, pak guru berpesan kepada siswanya untuk mempelajari materi pembagian dan perkalian yang menggunakan soal cerita karena tes dadakan akan sewaktu-waktu akan dilakukan.

Para siswa pun berhamburan keluar kelas setelah pembelajaran hari ini selesai. Devi, Rahmah dan juga Tina pulang dengan jalan kaki bersama karena rumah mereka tidak jauh dari sekolah.

“Nanti sehabis makan siang, kita bermain dirumah ku yuk.” Pinta Rahma kepada teman-temannya.

“Aku sih ayuk-ayuk aja. Tapi gak tau gimana dengan Tina?” Ungkap Devi sambil menunjuk Tina yang berada disebelahnya.

“Aku enggak ikut deh, karena aku ingin belajar. Emang kalian tidak ingat tadi pesan Bapak guru bahwa kita harus belajar sendiri, karena tes dadakan bisa saja diadakan sewaktu-waktu.” Jawab Tina dengan wajah polos.

Setibanya di rumah masing-masing. Tina langsung berganti pakaian dan kemudian langsung makan siang, sholat serta istirahat, agar nanti malam dia dapat belajar dengan baik dan juga konsentrasi.

Terkadang ada beberapa materi yang kurang ia pahami, dan sesekali ia bertanya dengan kakaknya. Sedangkan Devi dan juga Rahmah malah asyik bermain hingga tidak sempat untuk mendalami materi.

Keesokan harinya, mereka berangkat bersama dan sesampainya di kelas, ternyata Pak guru benar-benar mengadakan tes dadakan. Devi dan Rahmah merasa sangat bingung untuk mengerjakan soal tersebut.

Sehingga mereka berdua mendapatkan nilai yang sangat jelek dan harus mengulang tes tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan Tina, ia mendapat nilai terbaik di kelasnya, karena sudah belajar dengan tekun sesuai dengan yang diperintahkan oleh sang guru.

Baca Juga : Cerpen Lucu

Apa yang dimaksud dengan Cerpen Pendidikan?

Cerpen pendidikan adalah salah satu jenis cerita yang dibuat dengan tujuan untuk memberikan pesan moral kepada para pembacanya. Cerita ini sangat cocok untuk diceritakan pada saat ingin menyindir seseorang.

Apa tujuan dari dibuatnya Cerpen yang bertemakan Pendidikan?

Cerita pendek ini dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan pesan moral kepada para pembacanya.

Apa ciri utama dari Cerpen Pendidikan?

Secara umum cerpen pendidikan harus bersifat mendidik atau memberikan pesan moral kepada para pembacanya.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga membantu dan menambah wawasan untuk kita semua.