Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Posted on

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya – Kata Sriwijaya ini berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari kata Sri yang artinya bercahaya dan Wijaya yang artinya kemenangan. Nama tersebut pertama kali ditemukan dalam sebuah prasasti Kota Kapur yang dijumpai di wilayah Pulau Bangka.

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Dalam pembahasan yang sebelumnya kita sudah membahas dan menyimak sejarah dan juga kisah kehebatan dari Kerajaan Sriwijaya. Hal ini tentunya ditandai dengan adanya bukti sejarah baik yang berupa sebuah bangunan candi ataupun prasasti.

Berikut ini bangunan candi yang menjadi bukti sejarah dari kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Yuk simak ulasannya dibawah ini…

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Di bawah ini adalah beberapa bangunan candi yang menjadi jejak peninggalan Kerajaan Sriwijaya, yaitu sebagai berikut :

1. Candi Muaro Jambi

Bangunan Candi Muaro Jambi merupakan salah satu candi yang menjadi peninggalan dari kerajaan Sriwijaya, dimana candi ini berada di Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi, Jambi atau lebih jelasnya ada di hulu sungai Batang Hari. Candi ini berdiri abad ke-11 M.

Bangunan ini termasuk sebagai candi dengan wilayah terluas di Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara. Sebab candi ini mempunyai luas wilayah sekitar 3981 Ha. Pada tahun 2009, Kuil Muaro Jambi ini dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

2. Candi Biaro Bahal

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Bangunan Biaro Bahal adalah salah satu candi yang menjadi peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya. Candi ini letaknya berada di kawasan Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Menurut catatan sejarah yang ada, dimana Biaro Bahas sama hal seperti Candi Muaro Jambi, bahwa bangunan Candi ini didirikan pada abad ke- 11 Masehi. Candi ini memiliki struktur bangunan yang disusun dengan material bata merah.

3. Candi Muara Takus

Candi Muara Takus adalah salah satu candi yang menjadi peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya, dimana bangunan candi ini terletak di Kecamatan XIII Koto, Kampar, Riau. Sama seperti Candi Muaro Jambi, bahwa pada tahun 2009 Candi Muara Takus ini dinyatakan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Bangunan candi ini merupakan satu-satunya bangunan yang memiliki gaya Budha di wilayah kepulauan Riau, dengan dilengkapi oleh beberapa bangunan lainnya yaitu seperti Candi sulung, bungsu, palangka serta mahligai stupa.

Baca Juga :
Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Peninggalan Kerajaan Hindu

4. Candi Kota Kapur

Bangunan candi ini juga menjadi salah satu candi dari peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang dapat dibilang memiliki bangunan sangat megah. Candi ini mempunyai hubungan sangat erat dengan sebuah Prasasti yang ditemukan di Kota Kapur.

Candi kota Kapur ini didirikan dengan tujuan untuk menghindari berbagai macam bentuk gangguan yang dilakukan oleh kapal bajak laut yang melintasi daerah tersebut serta sering melakukan serangan.

5. Gapura Sriwijaya

Gapura Sriwijaya ini menjadi salah satu bangunan yang menjadi peninggalan dan bukti sejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Menurut sejarah, bangunan dari gapura ini berlokasi di kawasan Dusun Rimba, Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Bukti sejarah yang satu ini umumnya terdiri dari 9 bagian gapura. Akan tetapi, Gapura Sriwijaya ini sudah runtuh disebabkan oleh fenomena alam seperti gempa, erosi dan gejala alam lainnya.

Meskipun begitu, keberadaan dari bangunan Gapura Sriwijaya ini tetap dikenang di hati para penduduk setempat sampai saat ini.

F.A.Q

Wilayah kekuasaan dari Kerajaan Sriwijaya meliputi?

Kekuasaan dari Kerajaan Sriwijaya ini membentang dari Thailand Selatan, Kamboja, Semenanjung Malaya, Jawa Barat Sumatra, dan juga Jawa Tengah.

Raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya adalah?

Dalam sejarah perkembangannya, Kerajaan Sriwijaya memiliki seorang Raja yang sangat terkenal kala itu, yaitu Raja Balaputradewa yang berasal dari Dinasti Syailendra.

Apa saja fungsi dari Candi yang menjadi peninggalan Kerajaan?

1. Sebagai tempat ibadah.
2. Tempat untuk memperdalam agama.
3. Untuk menyimpan abu jenazah para bangsawan.
4. Sebagai tempat yang digunakan untuk pemujaan dan tempat tinggal dari para dewa.

Sekian lah ulasan yang dapat disampaikan oleh Rumus.co.id dalam penjabaran materi kali ini, semoga ulasan diatas bisa menjadi sumber informasi kita semua.