Bilyet Giro – Pengertian, Sifat, Bentuk, Syarat, Rekonsiliasi, dan Contohnya

Posted on

Rumus.co.id – Kali ini kita akan membahas materi yang sangat menarik yaitu tentang Bilyet Giro, Kami akan jabarkan secara detail dan lengkap mulai dari pengertian, Sifat, Bentuk, Syarat, Rekonsiliasi, Beserta Contohnya.

Pengertian

Bilyet giro ialah surat perintah pemindah bukuan dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebutkan. yang terdiri dari Nama bank penerima.

Pengertian Bilyet Giro

Pengertian bilyet atau giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang mengurus rekening giro nasabah tersebut, untuk memindah bukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya atau nomor rekening pada bank yang sama atau bank yang lain.

Sifat-Sifat

Bilyet atau Giro mempunyai beberapa sifat diantaranya sebagai berikut ini :

  • Bilyet giro tidak bisa dibayar dengan bentuk tunai dan hanya dapat dilakukan melalui pemindah bukuan.
  • Pembayaran bisa dilakukan pada jatuh tempo.
  • Masa berlaku warkatnya ialah 70 hari dari tanggal pembukaan. Bila tidak tercantum tanggal pembukaan, maka tanggal efektif dapat dijadikan sebagai dasar perhitungannya.
  •  BG dapat dibatalkan langsung oleh penarik secara sepihak dengan catatan saldo mencukupi. Pada saat jatuh tempo, tidak dapat lagi dibatalkan apabila saldo tidak cukup untuk menutupi nilai yang tercantum. Pembatalan harus disertai alasan pembatalan yang jelas.

Bentuk

Bilyet atau Giro mempunyai bentuk sebagai berikut ini :

Bilyet Atau Giro
Bilyet Atau Giro

Syarat

Pihak yang Terlibat

  • Penerbit, pihak yang menerbitkan atau disebut yang mengeluarkan Bilyet Giro. Dimana pihak penerbit harus mempunyai rekening giro di suatu bank.
  • Bank tertarik, bank yang menerima perintah pembayaran atau pemindah bukuan atas sejumlah dana dari pemilik rekening dengan memakai cek atau bilyet giro.
  • Pemegang, yakni pihak yang memegang bilyet giro.

Agar dapat disebut Bilyet atau Giro harus memenuhi syarat sebagai berikut ini :

  1. Adanya Nama “Bilyet Giro” dan nomor yang bersangkutan.
  2. Adanya Nama tertarik.
  3. Adanya Perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan dana atas beban rekening penarik.
  4. Adanya Nama dan nomor rekening pemegang.
  5. Adanya Nama bank penerima.
  6. Adanya Jumlah dana yang dipindahkan baik dalam angka maupun dalam huruf selengkap-lengkapnya.
  7. Adanya Tempat dan tanggal penarikan.
  8. Adanya Tanda tangan, nama jelas dan atau dilengkapi dengan cap/stempel dengan persyaratan pembukaan rekening.

Rekonsiliasi

Ketika Kita menerima pembayaran dalam bentuk bilyet giro dan dana tersebut telah dipindahkan ke bank untuk disimpan dalam jangka waktu cukup lama, bank memanfaatkan uang ini untuk hal yang lainnya. Sebagai imbal balik dari penggunaan uang simpanan giro tersebut, bank memberikan jasa giro kepada Kita.

Jumlah jasa giro ini langsung dimasukan kesaldo kas yang ada di bank tanpa sepengetahuan Kita. Akibatnya, pemasukan ini sudah tercatat dikas bank tapi belum ada di kas internal perusahaan. Untuk mencocokannya, pihak perusahaan harus langsung mencatatnya dikas perusahaan.

Proses pencocokan rekening bank dan kas perusahaan ini sering juga disebut dengan proses rekonsiliasi keuangan atau rekonsiliasi bank. Proses ini biasanya dilakukan diakhir periode, dimana seorang akuntan akan mencocokkan saldo pada bank dan saldo yang tercatat pada transaksi bisnis.

Proses rekonsiliasi biasanya bisa menghabiskan banyak waktu, karena seorang akuntan harus mencocokkan data transaksi satu per satu. Tetapi, dengan menggunakan Jurnal, akuntan tidak perlu repot lagi dan dapat menghemat waktu. Jurnal ialah software akuntansi online yang dapat membantu Kita dalam melakukan proses rekonsiliasi dengan mudah dan cepat

Contoh

Contoh Bilyet Giro
Contoh Bilyet Giro

Inilah tadi pembahasan lengkap mengenai materi giro bilyet, Semoga Bermanfaat…

Baca Juga :