Bahaya Radikalisme

Posted on

Hallo sobat Rumus.co.id kali ini kami akan membahas materi tentang Bahaya Radikalisme pada suatu bangsas dan negara – lengkap dengan pengertian dan prinsip, faktor, dan sjarahnya supaya mudah dipahami.

Radikalisme – adalah serangan terkoordinasi yang bertujuan untuk menimbulkan teror atau ketakutan dan menyebabkan korban hal-hal berbahaya seperti bom bunuh diri.

Terorisme dan radikalisme sebenarnya tidak jauh berbeda, mereka berdua menggunakan kekerasan dengan tindakan ekstrem dan mencoba mengubah situasi sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Langsug saja simak pembahasan di bawah ini…?

Radikalisme Adalah

Bahaya-Radikalisme

Radikalisme adalah salah satu pemahaman baru yang diciptakan oleh sekelompok orang berdasarkan agama atau sosial politik dengan tujuan dapat mengubah pemahaman dan ideologi dengan kekerasan.

Radikalisme telah berkembang dalam sejarah bangsa Indonesia sejak kemerdekaan dan Reformasi, yang dibentuk oleh organisasi Islam di bawah Kartosuwiryo yang disebut Darul Islam (DI).

Gerakan ini juga sebuah gerakan politik dengan kedok Islam yang bertujuan supaya dapat menciptakan negara Islam yang ada Indonesia.

Maka gerakan ini berhasil masuk dalam catatan sejarah akan tetapi di era Soeharto, gerakan ini akan muncul kembali dengan model yang berbeda dengan kepemimpinan Ali Moertopo dengan anggota-anggota mantan DI / TII.

Gerakan radikalisme mulai menyebar dan menunjukkan eksistensinya setelah jatuhnya rezim Orde Baru di era reformasi dengan kebebasan dalam berserikat dan berekspresi dalam perilaku.

Dalam hal ini juga gerakan radikal akan disebarkan melalui media elektronik dan cetak dengan semangat radikalisme yang pada dasarnya timbul dari gerakan politik.

Organisasi radikal menunjukkan eksistensinya MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) dan HTI (Hizbut Tharir Indonesia) yang akan diterima secara positif oleh para pendukungnya.

Karena para pemimpin gerakan radikalisme menggunakan fondasi agama untuk melakukan pergerakan dengan memaksa pemahaman agama mereka untuk diterima oleh publik.

Baca Juga: Contoh Hedonisme

Faktor Munculnya Radikalisme

radikalisme

1. Faktor internal

Faktor internal adalah salah satu faktor dengan keberadaan legitimasi teks-teks agama dengan melakukan “perlawanan” secara legitimasi sering digunakan sebagai dukungan.

Dalam kasus ini juga akan muncul gerakan “Ekstremisme Islam” yang telah menyebar ke semua wilayah Islam (termasuk Indonesia) sebagai gerakan dasar untuk mendukung sikap eksklusivitas.

2. Faktor sosial politik

Faktor sosial politik adalah salah satu faktor dengan pandangan yang salah dari suatu kelompok yang dianggap sebagai kelompok radikal sehingga hal ini dapat bahwa konflik yang disebabkan oleh radikal dengan menggunakan berbagai alat kekerasan.

Faktor sosial politik juga akan mempertimbangkan fakta historis bahwa kelompok tersebut akan mendapatkan manfaat dalam bidang peradaban global.

Dengan memakai bahasa-bahasa dan simbol-simbol agama maka kaum radikal akan mencoba melakukan kekerasan dan meningkatkan kekuatan untuk mencapai tujuannya.

Baca Juga: Contoh Negara Kesatuan

3. Faktor budaya

Faktor budaya adalah salah satu faktor dengan pemahaman dengan munculnya radikalisme karena secara budaya hal ini akan ditunjukkan dalam memberikan kebebasan dari jaringan budaya tertentu.

Faktor budaya ini memiliki antitesis dengan perlawanan terhadap budaya sekularisme sebagai sumber yang akan disingkirkan dari bumi dan dapat menunjukkan dominasi dari berbagai aspek negara.

3. Faktor kebijakan pemerintah

Faktor kebijakan pemerintah adalah salah satu tindakan dengan mengambil tindakan supaya dapat memperbaiki situasi dari kelompok yang disebabkan oleh dominasi ideologis.

Maka Faktor kebijakan pemerintah belum menemukan akar penyebab munculnya tindakan kekerasan sehingga mereka tidak dapat mengatasi masalah sosial masyarakat.

Dengan demikian faktor ini akan muncul beberapa kaum Muslim yang akan melakuakan propaganda supaya dapat memiliki kekuatan yang sangat besar dan menjadi “ekstrem”.

Baca Juga: Contoh Tanggung Jawab

Sejarah Radikalisme

Dalam sebuah sejarah Islam radikalisme sebenarnya berasal dari Khawarij sehingga beberapa tokoh Islam yang bernama Ali ibn Abi talib, Mu’awiyah bin abi Sufyan dan Amr bin Al-Ash.

Tiga tokok ini memiliki karakter dengan sasaran untuk melakukan pembunuhan pada saat memimpin umat islam untuk melakukan jihad fi sabilillah bagi mereka.

Pemimpin Terorisme sebenarnya akan datang ke Indonesia tetapi dari Pesantren setelah aksi dari kelompok pejuang dari Irlandia karena ada kesalahpahaman pada saat menafsirkan makna sebenarnya dari jihad.

Faktanya hampir semua negara-negara melakukan jihad yang harus melalui pertempuran supaya dapat mencapai tingkatan jihat dengan meningkatkan pendidikan secara ekonomi.

Baca Juga: Contoh Ketahanan Nasional

5 Bahaya Radikalisme

radikal

1. Faktor kebijakan pemerintah

Bahaya adanya gerakan radikal dapat menimbulkan kerugian ekonomi dengan tingkat kerugian yang terjadi dalam bidang individu, atau pihak yang berhubungan dalam bangunan.

Maka Faktor kebijakan pemerintah ini dapat menyakiti sektor swasta sehingga akan mengalami kerugian yang sangat besar karena adanya tindakan kerugian ekonomi yang sangat besar.

2. Pembubaran nasionalisme Bangsa

Pembubaran nasionalisme Bangsa adalah salah satu gerakan yang akan menghancurkan nasionalisme sehingga dari berbagai kelompok dapat menyerang orang untuk memecah belah nasionalisme bangsa.

Makan dalam bidang nasionalisme Bangsa bagi penerus para memuda harus diajarkan sikap untuk saling menghormati dan dapat menerima perbedaan dan saling mencintai.

Sehingga semangat dalam nasionalisme bangsa akan lebih tinggi dengan alasan untuk melakukan jihad dan dapat meningkatkan mutu ekonomi dari berbagai pendidikan.

3. Merusak nama baik Islam

Bahaya radikalisme yang selanjutnya dapat Merusak nama baik Islam dengan membentuk kekuatan untuk berjihad tentunya hal ini pasti akan mencoreng nama Islam.

Bahaya radikalisme juga akan membetuk alisan terorisme yangakan melakukan kekerasan dan akan memecah belah umat islam dan mengalir dengan melakukan jihad.

Sementara itu juga umat Islam sebenarnya melakukan jihad untuk menghancurkan budaya tanpa menggunakan kekerasan dan akan di oleh masyarakat.

4. Mengakibatkan banyak kerusakan

Bahaya yang selanjutnya dengan adanya dari pembentukan radikalisme akan Mengakibatkan banyak kerusakan karena meraka akan melakukan serangan terhadap terorisme.

Maka kerusakan akan terjadi pada masalah fisik seperti bangunan atau pemungkiman dalam kerusakan moral pada kaum muda dan mereka sering menyerang dengan alat yang benar-benar menghancurkan bangunan tersebut.

Banyak kerusakan dan akan menimbulkan kerugian banyak pihak dan tidak ada yang bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadai atas pemberontakan oleh terorisme dan radikalisme.

5. Mengakibatkan banyak Permusuhan

Bahaya yang sering terjadai dan sering didengar atas adanya radikalisme ini Mengakibatkan banyak Permusuhan untuk memerangi orang-orang Yahudi atau non-Muslim.

Contohnya:

Kasus yang terjadi di Indonesia adalah bom bunuh diri di Bali dan Jakarta.

Sekian sobat yang dapat Rumus.co.id sampaikan pembahasan tentang Bahaya Radikalisme pada bangsa indonesia, semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Artikel Lainnya>>>>>
Related posts: