APBD Adalah

Posted on

APBD Adalah – Sama halnya dengan APBN, bahwa setiap pemerintah daerah dalam hal mengendalikan keuangannya, tentunya akan selalu berusaha agar dapat mencapai target serta dapat terhindar dari berbagai macam kesalahan.

APBD Adalah

Dalam hal ini, APBD berbeda dengan APBN, yang mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ini ditentukan berdasarkan dengan peraturan yang ada di daerah. Ini tentunya sejalan dengan tujuan negara dan juga sesuai dengan anggaran negara (APBN).

Dalam pembahasan saat ini, Rumus.co.id akan memberikan pembahasan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah beserta dengan hal-hal yang terkait di dalamnya. Yuk, simak ulasan dibawah ini.

APBD Adalah?

APBD adalah bentuk rencana keuangan atau anggaran tahunan yang dikelola oleh pemerintah daerah melalui badan legislatif setempat yang digunakan hanya untuk menetapkan peraturan serta pedoman di daerah tersebut.

Ada juga yang mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan perencanaan keuangan tahunan daerah yang dibahas serta disetujui oleh pemerintah daerah dan juga DPRD yang tentunya ditetapkan oleh Peraturan Daerah.

Secara umum, Anggaran pendapatan dan Belanja Negara disusun berdasarkan dengan kepentingan dari pelaksanaan pemerintahan serta kemampuan dari keuangan daerah.

Apabila, APBN sebagai anggaran tahunan dari pemerintah pusat disepakati oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), maka dalam hal ini penyusunan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disepakati oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

Fungsi Dari APBD

Secara umum, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara memiliki beberapa fungsi umum dalam berbagai bidang, yaitu diantaranya adalah :

  1. Authorization Function, dalam hal ini Anggaran Daerah berfungsi sebagai landasan bagi pemerintah daerah untuk mengelola pendapatan serta belanja daerah dalam tahun yang terlibat.
  2. Oversight function, dalam hal ini Anggaran Daerah berfungsi untuk menghindari terjadinya Overspending, Underspending serta salah target dalam pengalokasian anggaran terhadap bidang yang bukan prioritas.
  3. Planning Function, dalam hal ini Anggaran Daerah berfungsi sebagai pedoman di dalam aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan pemerintah daerah dalam tahun yang terlibat.
  4. Allocation Function, dalam hal ini Anggaran Daerah berfungsi untuk memuat pendapatan yang dikumpulkan oleh pemerintah daerah yang nantinya akan dipakai untuk membiayai berbagai macam pengeluaran pemerintah daerah di semua bidang. Terutama di dalam upaya untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan rakyat dan kesenjangan masyarakat.
  5. Distribution Function, dalam hal ini Anggaran Daerah yang berasal dari berbagai macam sumber penerimaan oleh pemerintah daerah, yang nantinya akan didistribusikan kembali kepada rakyat dalam bentuk sebuah upaya untuk meningkatkan kesenjangan masyarakat daerah.

Baca Juga :
APBN Adalah
Tugas DPR
Tugas DPD

Selain beberapa fungsi yang sudah dijelaskan di atas, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang berperan sebagai sektor publik juga mempunyai beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut :

  • Sebagai alat kebijakan fiskal, dalam hal ini Anggaran Daerah berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menstabilkan perekonomian serta memicu perkembangan ekonomi suatu daerah untuk mencari tahu arah dari kebijakan fiskal pemerintah sehingga prediksi dan juga estimasi ekonomi dapat dibuat.
  • Alat koordinasi, dalam hal ini Anggaran Daerah berfungsi sebagai alat koordinasi antar bidang yang ada dalam pemerintahan, sebab dalam proses penyusunan anggaran tentunya melibatkan semua unit kerja yang ada di dalam pemerintah.
  • Sebagai Penilaian Kinerja Eksekutif, dalam hal ini Anggaran Negara memiliki fungsi sebagai alat yang digunakan untuk menilai kinerja yang dilakukan oleh lembaga Eksekutif berdasarkan dengan pencapaian sasaran anggaran serta efisiensi anggaran.
  • Alat Motivasi, dalam hal ini APBD memiliki fungsi untuk memberikan motivasi agar pemerintah daerah dapat bekerja dengan efektif dan juga efisien dalam upaya mencapai sasaran serta tujuan organisasi yang sudah ditentukan. oleh sebab itu, sebaiknya target anggaran tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu rendah.

Tujuan dari APBD

Sama halnya dengan APBN, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah juga memiliki tujuan tersendiri, yaitu sebagai berikut :

  1. Anggaran Daerah umumnya bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam upayanya untuk mencapai tujuan fiskal serta mengembangkan koordinasi antar bidang di dalam lingkungan pemerintah daerah.
  2. Membantu pemerintah daerah untuk menciptakan efisiensi serta keadilan di dalam hal menyediakan barang dan juga jasa publik melalui sebuah proses pengutamaan.
  3. Untuk memungkinkan pemerintah daerah agar dapat memenuhi urusan kepentingan belanja daerah.
  4. Mengembangkan transparansi serta pertanggungjawaban dari pemerintah daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan juga masyarakat luas.

Sumber Pendapatan APBD

Secara umum, penerimaan dana pemerintah daerah berasal dari berbagai sumber, yaitu diantaranya adalah :

1. Pendapatan Daerah

Pendapatan Daerah umumnya bisa didapatkan dari berbagai hal, yaitu sebagai berikut :

  • Pajak Daerah, dalam hal ini Pajak Daerah dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pajak provinsi serta pajak kabupaten atau kota. Misalnya seperti Pajak Kendaraan Bermotor, Bahan Bakar Kendaraan, Hotel, Restoran, dan lain sebagainya.
  • Retribusi daerah, adalah pungutan dana daerah sebagai pembayaran untuk layanan atau izin tertentu yang secara khusus diberikan oleh pemerintah daerah demi kepentingan individu atau organisasi. Contohnya seperti retribusi layanan kesehatan, kebersihan, dan masih banyak lagi.
  • Hasil dari pengelolaan aset daerah yang terpisah, seperti dividen dan dimasukkannya modal daerah pada pihak ketiga.
  • Dana perimbangan, yang meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan lain sebagainya.

2. Pembiayaan

Dalam hal ini, pendanaan adalah salah satu sumber anggaran daerah, yang merupakan kelebihan dari sisa perhitungan anggaran daerah (SILPA), penerimaan pinjaman daerah, dana cadangan daerah serta hasil penjualan aset daerah yang terpisah.

3. Belanja Daerah

Pengeluaran daerah umumnya digunakan untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang diatur oleh pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota.

Pengeluaran daerah ini umumnya terdiri dari fungsi wajib, fungsi opsional, serta fungsi yang dilakukan di daerah tertentu yang dapat dilaksanakan antara pemerintah daerah dengan ketentuan UU.

F.A.Q

Apa itu APBD?

APBD adalah bentuk rencana keuangan atau anggaran tahunan yang dikelola oleh pemerintah daerah melalui badan legislatif setempat yang digunakan hanya untuk menetapkan peraturan serta pedoman di daerah tersebut.

Dasar Hukum dari APBD yaitu?

1. UU No. 32 Tahun 2004 yang membahas mengenai Pemerintah Daerah.
2. UU No. 33 Tahun 2004 yang membahas tentang Perimbangan Keuangan yang terjadi antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Tujuan dari APBD yaitu?

1. Anggaran Daerah umumnya bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam upayanya untuk mencapai tujuan fiskal.
2. Membantu pemerintah daerah untuk menciptakan efisiensi serta keadilan di dalam hal menyediakan barang dan juga jasa publik melalui sebuah proses pengutamaan.
3. Untuk memungkinkan pemerintah daerah agar dapat memenuhi urusan kepentingan belanja daerah.
4. Mengembangkan transparansi serta pertanggungjawaban dari pemerintah daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan juga masyarakat luas.

Demikianlah informasi singkat mengenai APBD beserta dengan hal-hal yang ada didalamnya. Semoga membantu, terimakasih.