Alat – Alat Laboratorium Biologi

Posted on

Alat – Alat Laboratorium Biologi – Laboratorium merupakan sebuah tempat yang menjadi pusat dari berbagai macam aktivitas ilmiah, baik itu yang meliputi sebuah riset, eksperimen atau pengukuran.

Alat - Alat Laboratorium Biologi

Secara umum, terdapat beberapa macam laboratorium yang sering kita jumpai yaitu laboratorium kimia, biologi, fisika dan lain sebagainya. Alat-alat lab yang digunakan pada masing-masing laboratorium ada yang sama dan juga ada yang berbeda.

Lab-lab tersebut mempunyai jenis peralatan yang sangat khas berdasarkan dengan fungsi serta kegunaannya masing-masing. Termasuk alat-alat laboratorium biologi, lab tersebut mempunyai peralatan khusus tersendiri.

Dalam artikel kali ini, Rumus.co.id akan memberikan penjabaran tentang alat-alat yang ada di dalam Laboratorium Biologi. Yuk simak ulasan dibawah ini…

Alat – Alat Laboratorium Biologi

Alat - Alat Laboratorium Biologi

Di bawah ini terdapat beberapa peralatan dari Laboratorium Biologi beserta dengan fungsi dan dan juga kegunaannya masing-masing, yaitu diantaranya adalah :

1. Mikroskop

Mikroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat benda yang sangat kecil dan tidak terlihat jelas oleh mata telanjang. Alat ini biasanya tersedia di laboratorium mikroskopis atau organisme kecil.

Bagian mikroskop ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian optik dan juga non-optik. Pada bagian optik ini tersusun atas lensa dan juga lensa objektif. Sedangkan, pada bagian non-optik terdiri dari revolver, macrometer, tabung, mikrometer, lengan dan juga kaki mikroskop.

2.  Kaca Pembesar (LUP)

Kaca pembesar atau lup merupakan sebuah kaca bulat dengan pegangan plastik ataupun aluminium. Sederhananya, lup berfungsi untuk memudahkan para peneliti guna mengidentifikasikan objek yang ukurannya lebih kecil dengan cara membesarkan ukuran objek tersebut.

Orang yang hendak memakai lup mesti menempatkan benda (objek) pada titik fokus lup supaya dapat terlihat fungsinya. Lup ditemukan oleh Abu Ali al- Hasan Ibn Al-Haitham yang datang dari Arab.

3. Stethoscope

Stetoskop merupakan alat medis akustik yang biasanya dipakai untuk memeriksa suara yang ada di dalam tubuh kita. Misalnya, suara jantung dan juga pernapasan.

Tidak hanya itu saja, alat tersebut juga bisa dipakai untuk mendeteksi suara aliran darah di dalam arteri, intestine dan juga vein. Karena dari kegunaannya tersebutlah stetoskop dianggap menggambarkan pekerjaan dokter.

4. Autoclave

Autoclave umumnya berfungsi untuk mensterilkan berbagai macam perlengkapan medis maupun laboratorium dengan cara menggunakan material uap yang memiliki tekanan jenuh tinggi sekitar 121° C dan diuapkan selama 15 sampai 20 menit.

Secara umum alat tersebut cara kerjanya mirip seperti penanak nasi, yang membedakannya adalah tekanan yang ada pada alat ini bisa memberikan rasa panas yang jauh lebih tinggi.

Baca Juga :
Lensa Cembung
Macam – Macam Alat Ukur
Prediksi Soal UN IPA SMP

5. Kotak Genetika

Kotak genetik merupakan sebuah kotak yang dibuat dengan bahan plastik ataupun kayu yang diisi dengan 500 kancing yang memiliki 5 warna berbeda. Kancing tersebut bisa dipisahkan atau disatukan satu sama lainnya seperti kancing cetet.

Fungsi kancing genetik ini untuk mempelajari kemungkinan adanya kombinasi gen serta prinsip genetik lainnya seperti persilangan dari dihibrid, epistasis, monohibrid, kriptomerisme dan juga hipostasis.

6. Terrarium

Terrarium (Vivarium) merupakan wadah atau media yang dibuat dari kaca atau plastik yang transparan. Vivarium merupakan sebuah biosfer buatan karena kegunaan biologis yang terjadi pada instrumen ini mirip sekali dengan yang ada di alam.

Peralatan Lab biologi mini ini berupa sebuah taman miniatur guna mensimulasikan kondisi yang sama seperti yang terjadi di alam aslinya. Seperti ekosistem hutan hujan tropis, gurun, serta berbagai macam ekosistem lainnya.

7. Tensimeter (Sphygmomanometer) 

Sphygmomanometer, juga dikenal dengan monitor tekanan darah (tensimeter), yaitu sebuah alat yang berfungsi untuk mengetahui tekanan darah manusia yang bekerja secara manual saat menggunakan sistem non-invasif untuk memompa atau mengurangi tekanan pada manset.

Cara kerja tensimeter yaitu dengan cara manset ditempatkan di sekitar lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan brakialis atau arteri lengan.

Kemudian tekanannya secara perlahan akan berkurang. Dalam tabung pengukur tekanan, merkuri tinggi menunjukkan sistolik (tekanan puncak) dan diastolik (tekanan minimum).

8. Audus Fotosintesis

Fotosintesis audus merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur tingkat respirasi atau laju penguapan tanaman, yang diukur dengan cara penampang waktu dan juga kapasitas.

9. Vasculum

Vasculum, atau kotak botani, adalah alat yang berfungsi untuk menyimpan spesimen-spesimen botani sehingga tidak cepat kering selama proses panen.

Alat ini terdiri dari kotak logam dengan panjang sekitar 30 cm, lebar 19 cm dan ketebalan 8 cm. Alat ini memiliki pengait yang mudah dibawa oleh pengguna.

10. Root Pressure

Alat ukur tekanan pada akar atau yang lebih dikenal dengan sebutan root pressure merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai penentu dari seberapa besar tekanan yang terjadi pada akar tanaman tertentu.

Tekanan akar terdiri atas tabung kapiler dalam bentuk seperti huruf S, pada bagian ujung kaki dengan ukuran pendek melekat sebuah tabung karet. Sedangkan pada bagian dinding kaki yang panjang diubah ukurannya dan di tengahnya ada tangki merkuri.

11. Atmometer / Psikrometer

Atmometer merupakan sebuah alat lab yang umumnya digunakan untuk mengukur kecepatan dari penguapan air yang terjadi dalam udara dalam lingkungan dan juga waktu tertentu.

Dalam praktiknya, berbagai macam psikrometer yang dipasang secara bersamaan. Satuan atau Unit yang didapatkan dari hasil pengukuran disajikan ke dalam bentuk satuan, ml, cm², menit ataupun per jam.

F.A.Q

Apa itu Laboratorium atau Lab?

Laboratorium merupakan sebuah tempat yang menjadi pusat dari berbagai macam aktivitas ilmiah, baik itu yang meliputi sebuah riset, eksperimen atau pengukuran.

Jenis-jenis Laboratorium yaitu?

1. Laboratorium terbuka, merupakan tempat terbuka yang dipakai untuk melakukan berbagai macam percobaan ataupun penelitian. Seperti kebun, sungai, sawah dan lainnya.
2. Laboratorium tertutup, merupakan tempat tertutup atau lebih dikenal dengan yang dengan sengaja dibuat guna melakukan berbagai macam percobaan atau penelitian.

Bagaimana cara kerja dari Tensimeter?

Cara kerja tensimeter yaitu dengan cara manset ditempatkan di sekitar lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan brakialis atau arteri lengan.

Kemudian tekanannya secara perlahan akan berkurang. Dalam tabung pengukur tekanan, merkuri tinggi menunjukkan sistolik (tekanan puncak) dan diastolik (tekanan minimum).

Demikianlah ulasan dari artikel kali ini, semoga bisa menjadi wawasan baru untuk kita.