4 Pilar Kebangsaan

Posted on

4 Pilar Kebangsaan – Terdapat beberapa keistimewaan yang dimiliki Indonesia sebagai negara atau kebangsaan, yaitu memiliki wilayah luas, ukuran besar dan juga keanekaragaman yang luar biasa.

4 Pilar Kebangsaan

Berdasarkan dari data BPS (Badan Pusat Statistik) yang mengungkapkan bahwa terdapat 1.128 suku bangsa serta bahasa, ragam agama dan juga budaya yang berada di sekitar 16.056 pulau.

Karena alasan tersebut, maka perlu adanya konsepsi, kemauan, serta kemampuan yang kuat dan juga memadai guna untuk menjaga ukuran, luas serta keanekaragaman yang Indonesia miliki.

Secara umum, Konsepsi yang dimaksudkan disini dapat disebut sebagai empat (4) pilar kehidupan nasional dan juga negara atau yang lebih dikenal dengan istilah Empat (4) Pilar Kebangsaan.

Nah, dalam kesempatan yang baik ini, Rumus.co.id akan men-jabarkan tentang 4 Pilar Kebangsaan beserta dengan hal-hal didalamnya, yuk kita simak pembahasannya berikut ini.

Sejarah 4 Pilar Kebangsaan

Kelahiran 4 pilar kebangsaan ini pertama kali diprakarsai oleh Taufiq Kiemas, yaitu ketua MPR, yang dilantik melalui aklamasi, sekitar tahun 2009.

Setelah beliau terpilih, secara maraton Taufiq menyelenggarakan berbagai bentuk pertemuan dengan pemimpin dari Lembaga MPR untuk membuat program guna menyebarluaskan UUD 1945 dan juga Pancasila.

Nah, disinilah ide keempat pilar kebangsaan itu dimulai. Gagasan ini dibuat dengan tujuan dalam rangka menunjukkan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta mempraktekkan Pancasila dalam kehidupan.

Di awal kemunculannya, gagasan empat pilar kebangsaan dihadapkan dengan banyak kritikan dan perdebatan. Keempat pilar kewarganegaraan yang berasal dari UUD 1945, Pancasila, NKR, dan juga Bhineka Tunggal Ika yang ini dinilai tidak pantas untuk disejajarkan.

Terutama pada Pancasila, karena pancasila sebagai pondasi negara ini, memiliki nilai yang lebih tinggi daripada tiga pilar lainnya. Selain itu, perdebatan ini juga muncul dari penentuan tanggal lahir Pancasila pada 1 Juni 1945.

Sebab, terdapat beberapa pihak lainnya yang memiliki pendapat bahwa Pancasila terbentuk pada tanggal 18 Agustus 1945 setelah adanya diratifikasi oleh PPKI sebagai dasar negara Indonesia.

Namun lambat laun, Taufiq mampu meyakinkan semua pihak bahwa tanggal 1 Juni 1945 adalah hari lahirnya Pancasila. Ini karena Bung Karno menyampaikan pidato pertamanya pada pertemuan BPUPKI pada 1 Juni 1945, dan memberikan gagasan tentang lima prinsip dasar negara.

Baca Juga :
Makna Lambang Pancasila
Peran Indonesia Dalam ASEAN
5 Rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945

Definisi 4 Pilar Kebangsaan

Keempat pilar kebangsaan adalah empat fondasi kehidupan bermasyarakat, nasional, dan bernegara, yang terdiri atas Pancasila, konstitusi (UUD 1945), unity and unity serta semangat keberagaman sebagai modal yang bertujuan menguatkan orang Indonesia.

Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan tiang penyangga yang kuat (pilar) sehingga masyarakat di Indonesia merasa aman, nyaman, sejahtera serta terlindungi dari berbagai jenis gangguan dan bencana alam.

Konsep Empat Pilar Kebangsaan

Pada dasarnya, terdapat 4 hal yang menyusun pilar kehidupan berbngsa dan bernegara yang dicetuskan oleh Taufiq Kiemas. Berikut ini keempat pilar tersebut, yaitu :

1. Ideologi Negara (Pancasila)

Pancasila memiliki fungsi yang sangat mendasar sebagai dasar dari Republik Indonesia. Ideologi negara ini juga dikatakan sebagai sumber dari semua sumber hukum yang ada di Indonesia.

Pancasila juga memiliki karakter hukum formal, yang mensyaratkan semua peraturan hukum harus berdasarkan dengan Pancasila.

Pancasila sebagai landasan filosofis dan juga sebagai cara hidup yang bermakna bahwa Pancasila merupakan filosofi negara, cara pandang atau cara hidup masyarakat Indonesia dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara serta dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional.

Tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengungkapkan gagasannya mengenai Pancasila, yaitu sebutan untuk dasar negara Indonesia, di dalam sidang BPUPKI. Berikut ini adalah formulasi dari dasar negara Indonesia sebagaimana yang sudah diatur dalam UUD 1945, yaitu :

  • Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Kemanusaiaan yang adil dan beradab.
  • Persatuan Indonesia.
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Undang – Undang Dasar 1945 (UUD 1945)

Nilai-nilai luhur Pancasila umumnya tertuang di dalam berbagai norma yang terkandung di dalam pembukaan serta di bagian batang tubuh UUD 1945. UUD 1945 menjadi rujukan dalam upaya pembentukan karakter bangsa.

Undang – Undang Dasar 1945 atau disingkat dengan UUD 45 menjadi tiang kedua yang berperan menopang kehidupan berbangsa dan juga bernegara bagi Republik Indonesia. Agar, masyarakat umum dapat memahami betapa pentingnya UUD 1945.

Kemuliaan nilai-nilai dalam pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen rakyat Indonesia untuk tetap mempertahankan pembukaan UUD 1945 dan tidak menggantikannya.

Pembukaan UUD 1945 berisi empat konten yang menjadi alasan wajib untuk tidak mengubahnya, yaitu sebagai berikut :

  • Adanya standar dasar universal untuk pembentukan negara yang independen dan juga berdaulat.
  • Memiliki empat tujuan negara, yaitu melindungi seluruh rakyat Indonesia dan semua tumpah darahnya, untuk mempromosikan kebaikan bersama, untuk mendidik kehidupan bangsa, dan untuk berpartisipasi dalam pencapaian tatanan dunia.
  • Dalam pembukaan konstitusi 1945, administrasi negara Indonesia khususnya mengatur bentuk pemerintahan dan juga sistem pemerintahan.
  • UUD memiliki nilai yang sangat tinggi bagi bangsa dan juga negara Indonesia karena terdapat formula dasar negara dalam pembukaan konstitusi 1945, yaitu Pancasila.

3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Setiap negara yang ada di dunia ini pasti memiliki bentuk dari negaranya sendiri. Sedangkan, untuk bentuk dari negara Indonesia adalah NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia).

Sebelumnya, para pendiri bangsa telah membuat berbagai pertimbangan untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk dari negara Indonesia.

Pertimbangan utama yang dilakukan oleh para pendiri bangsa yaitu adanya strategi pecah belah Belanda (devide et impera) yang memungkinkan mereka untuk bertahan selama 350 tahun untuk menjajah rakyat Indonesia.

Saat itu, Indonesia masih terbagi lagi sebagai sebuah kerajaan. Pertimbangan dari para pendiri bangsa ini terbukti mampu mengokohkan bangsa Indonesia dan tidak mudah untuk dipecah belah.

Setelah pembentukan negara kesatuan ini, taktik divisi yang dilancarkan Belanda dapat dengan mudah dipatahkan.

4. Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika adalah moto yang bertujuan untuk menghormati perbedaan atau keberagaman namun tetap bersatu di dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai etnis, agama, ras serta antar kelompok. Keragaman ini harus dilihat sebagai keistimewaan khasanah sosiokultural yang bersifat alamiah dan juga kodrati.

Keragaman ini tidak untuk diperdebatkan satu sama lain, sehingga suatu bangsa akan terpecah belah. Maka dari itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini harus menjadi dorongan untuk mencapai persatuan nasional.

F.A.Q

Apa itu Empat Pilar Kebangsaan?

Empat pilar kebangsaan adalah empat fondasi kehidupan bermasyarakat, nasional, dan bernegara, yang terdiri atas Pancasila, konstitusi (UUD 1945), unity and unity serta semangat keberagaman sebagai modal yang bertujuan menguatkan orang Indonesia.

Siapa pencetus dari Empat Pilar Kebangsaan?

Kelahiran 4 pilar kebangsaan ini pertama kali diprakarsai oleh Taufiq Kiemas, yaitu ketua MPR, yang dilantik melalui aklamasi, sekitar tahun 2009.

Tujuan dari adanya Empat Pilar Kebangsaan?

Pemilihan nilai-nilai dari empat pilar nasional ini bertujuan untuk mengingatkan kepada semua komponen bangsa bahwa implementasi dan juga pelaksanaan kehidupan bangsa dan negara akan terus dilakukan.

Nah itu dia penjelasan mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang bisa Rumus.co.id sampaikan. Semoga membantu. Terimakasih